Sosbudpar

TNBTS Ingatkan Soal Gempa Freatik


SUKAPURA – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengingatkan wisatawan tentang bahaya letusan freatik di Gunung Bromo. Pengelola wisata pun melarang pengunjung dan warga mendekati kawah.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Gunung api (PVMBG) Pos Gunung Api (PGA) Cemorolawang merekomendasikan pengunjung di sekitar Gunung Bromo tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif. Hal itu juga berlaku bagi masyarakat dan pelaku jasa wisata. Gunung Bromo sendiri saat ini, statusnya di level II atau waspada.

“Mudah-mudahan gak terjadi apa-apa, yang penting aktivitas terkini dan rekomendasi sudah disampaikan ke semua pihak,” kata Kapos PGA Cemorolawang Wahyu Adrian Kusuma, kemarin (20/10).

Rekomendasi itu, kata Wahyu, sudah dikeluarkan sejak 13 Agustus lalu. Hingga kini, rekomendasi tersebut belum dicabut. Mengingat ada peningkatan jumlah suplai magma.

Selain itu, tingkat kegempaan juga intensitasnya tercatat naik. Pada Juli tercatat ada 8 kali gempa, Agustus 10 kali dan September 11 kali. Sehingga sangat berbahaya, jika ada manusia di sekitar kawah Gunung Bromo.

“Karena mekanisme letusan freatik adalah pelepasan gas yang terakumulasi dan membawa material dari pipa kepundan. Maka letusan freatik biasanya tidak memberikan tanda-tanda yang jelas sebelum erupsi, juga bisa terjadi sewaktu-waktu atau mendadak,” jelasnya.

BBTNBTS pun, melarang kunjungan ke kawah Gunung Bromo. Melalui akun instagram bbtnbromotenggersemeru, larangan itu diumumkan pada Senin kemarin. Alasannya, selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembatasan kunjungan ini dikarenakan rekomendasi PVMBG PGA Cemorolawang. Demi keselamatan wisatawan. (rul/ra)


Bagikan Artikel