Sosbudpar

Bafa Al Faiz Jawara Musik Islami


PROBOLINGGO – Kelompok Musik Bafa Al Faiz keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Akustik Musik Islami yang digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Kota Probolinggo. Mereka menyingkirkan 5 kelompok musik yang bertarung di grand final, Minggu (18/10) malam di Puri Manggala Bakti, kantor Walikota Probolinggo.

Juara kedua kelompok musik Mapa, disusul Sotik juara ketiga. Sedangkan juara harapan I Al Barokah, SMKN 2 harapan II dan Madin Riyadlus Solihin sebagai juara harapan III. Grand  final Lomba Akustik Musik Islami ini digelar sebagai penutup rangkaian Semarak HSN 2020.

Syaiful Bahar MPd selaku ketua Dewan Juri lomba mengatakan, lomba tersebut diikuti 23 peserta. Penjurian dilakukan dengan cara menonton video penampilan peserta yang masuk ke panitia. Kemudian diambil 6 peserta yang penjuriannya berlangsung live di grand final. Finalisnya adalah GF Sotik (Sholawat Akustik), SMKN 2, Al Barokah, Mafa, Madin Riyadlus Sholihin dan Bafa Al Faiz.

Enam peserta tersebut tampil di hadapan dewan juri yang terdiri atas Saiful Bahar, Suparmi dan Taqwa Nur Ibad. Mereka membawakan lagu wajib dengan cara memilih dua lagu yang ditetapkan dewan juri, yaitu Sholawat Asyghil, Ya Ayyuhan Nabi atau Al Wabaa ‘milik Nisa Sabyan. Sedangkan lagu kedua bebas, tapi bernuansa Islami.

Juara pertama selain mendapat trofi juga uang pembinaan sebesar Rp 2 juta, Juara II Rp 1,5 juta dan juara III trofi dan uang pembinaan Rp 1 juta. Untuk juara harapan I mendapat trofi  dan uang pembinaan Rp 750 ribu, Harapan II Rp 500 ribu dan Harapan III mendapat trofi dan uang Rp 250 ribu.

“Para peserta penampilannya cukup bagus namun perlu ditingkatkan kreatifitasnya. Kefasehan perlu diperbaiki, namun secara umum finalis yang masuk grand final ini luar biasa,” ujar Saiful Bahar.

Meski begitu, Bahar menyatakan bahwa antara vokal dengan instrument masih kurang harmonisasi, terkesan monoton. Selain itu waktu dan performa atau penampilan perlu diperbaiki.  “Ke depan mudah-mudahan lebih baik. Peserta jumlahnya sedikit, perlu ditingkatkan. Makanya waktunya diatur, jangan hanya 2 minggu pemberitahuannya. Kalau bisa pengumumannya 4 bulan sebelum lomba,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, peringatan HSN 2020 tidak seperti tahun 2019. Jenis lomba lebih banyak dan pesertanya mulai anak-anak pelajar / santri dari semua jenjang pendidikan dan masyarakat umum.

“Lomba ini media pembinaan kami. Bagi pemenang bisa ikut di ajang provinsi atau lebih tinggi lagi. Mereka  menjadi aset kami (Kota Probolinggo), ”jelas Maskur, saat ditemui di sela lomba tersebut.

Maskur mengaku bangga dengan para peserta yang ikut dalam lomba HSN 2020. “Itulah yang kami beri apresiasi karena semangatnya yang luar biasa. Beberapa lomba juga antuasismenya banyak, ini artinya lomba yang bernuansa Islami ternyata banyak diminati anak-anak,” imbuhnya. (gus/adv)


Bagikan Artikel