Sosbudpar

El Muezza Juarai Hadrah HSN 2020


PROBOLINGGO – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Kota Probolinggo dimeriahkan dengan lomba hadrah Al-Banjari. Hasilnya, grup hadrah El Muezza dari Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ditetapkan juri sebagai juara pertama.

Dalam lomba ini, Ar Riyas grup hadrah Ponpes Riyadlus Solihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan keluar sebagai pemenang kedua. Sedangkan peringkat ketiga dipegang grup hadrah As Habul Mahar dari Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.

Predikan juara harapan 1 diraih Al Karomah dari Kelurahan Jrebeng Kulon. Disusul Nurul Iman asal Kelurahan Kebonsari Wetan dan Juara Hapapan III Nairul Marom dari kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan.

Acara grand final yang diikuti 6 group hadrah tersebut berlangsung pada Minggu (18/10) pukul 15.00 di gedung Puri Manggala Bhakti, kantor Walikota Probolinggo. Keenam grup hadrah tersebut melaju ke grand final setelah menyingkirkan 22 grup hadrah yang sebelumnya digelar secara virtual.

Dalam lomba kali ini peserta yang turut meramaikan semarak HSN 2020 tersebut sebanyak 25 peserta. “Jumlah peserta 25 grup hadrah. Pada babak penyisihan, kami gelar secara virtual. Kalau grand finalnya langsung seperti ini,” ujar Samsul Huda, ketua tim juri. 

Dijelaskan, pada lomba kali ini penilaian fokus pada tiga komponen, yakni vokal, musik dan adab. Untuk musik, ketentuannya harus ada irama atau musik dasar dari Al Banjari. Sedangkan kriteria adab meliputi pelafalan atau pengucapan kalimat, lirik, syair lagu dan pembawaan atau ekspresi. “Ketiga komponen utama itu harus dikuasi peserta,” jelasnya.

Selain itu, peserta tidak boleh memasukkan alat musik lain atau kolaborasi dengan instrumen musik lain. Aturan tersebut diberlakukan, karena penyelenggara menginginkan keaslian atau kemurnian dari Hadrah Al-Banjari.

“Harus aslinya. Tidak boleh ada alat musik lain dan dipukul tidak dengan tangan. Hadrah Al Banjari ini asalnya dari Banjarmasin, Kalimantan. Alat musiknya harus dipukul dengan tangan,” jelas Samsul Huda. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Moch. Maskur mangatakan, lomba ini bertujuan dalam upaya melestarian kesenian Islami. Kegiatan ini  merupakan rangkaian peringatan HSN tahun 2020. “Hadrah merupakan kesenian bernuansa Islami yang banyak dimainkan kalangan santri. Musik ini perlu dilestarikan,” katanya.

Ditambahkan, lomba dibagi dua tahap. Dalam penyisihan dilaksanakan virtual dengan cara peserta mengirimkan rekaman video penampilannya. Ada 25 grup hadrah yang turut meramaikan acara HSN tersebut. “Dewan juri memilih 6 peserta untuk tampil digrand final dan digelar secara langsung di gedung Puri Mangga Bakti. Untuk memilih dan menetapkan pemenangnya,” tambahnya.

Babak penyisihan digelar virtual, untuk menghindari penyebaran Covid-19. Sedangkan pada grand final ditampilkan langsung di dalam ruangan. Namun, pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan, mengunangan makser, jaga jarak dan cuci tangan. “Undangannya kami batasi dan kursinya kami beri jarak. Kami mengutamakan protokol kesehatan,” jelasnya.  

Dalam lomba hadrah ini, juara 1 dapat trofi dan uang pembinaan Rp 2 juta; juara II trofi dan uang Rp 1,5 juta; juara III trofi dan uang Rp 1 juta; juara harapan I trofi dan uang Rp 750 ribu; juara harapan II trofi dan uang Rp 500 ribu; dan juara harapan III trofi dan uang Rp 250 ribu. (gus/adv)


Bagikan Artikel