Sosbudpar

Rebo Wekasan, Santri Probolinggo Berdoa Berharap Covid Segera Usai


PROBOLINGGO – Halaman Pondok Pesantren Nurul Islam di Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo cukup ramai pada Selasa (13/10) malam. Pasalnya, ratusan santri pesantren tersebut sedang memperingati tradisi Rebo Wekasan. Mereka berdoa terhindar dari bencana yang diyakini selalu terjadi pada Rebo Wekasan.

Perlu diketahui, tradisi yang juga kerap disebut Rabu Pungkasan ini jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar kalender Hijriyah tiap tahun. Termasuk di Pesantren Nurul Islam. Dalam doa yang dipanjatkan, para santri berharap bencana pandemi Covid-19 segera berlalu. Ratusan santri Pondok pesantren yang beralamatkan di tersebut, Selasa (13/10) malam menggelar tradisi malam Rabu Pungkasan.

Sebelum berdoa, para santri berkeliling kampung dengan membawa obor dengan menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya santri yang ikut, warga sekitar juga turut serta dalam acara yang digelar usai shalat Isya’ tersebut. Sementara warga yang tidak ikut menjadi penonton pawai tersebut.

Acara diakhiri doa bersama yang dipimpin para kiai dan tokoh agama setempat. Usai berdoa para santri meminum air suci dari 7 mata air yang sudah dibacakan doa. Warga pun tak mau kalah. Mereka juga berebut air yang sama. Setelahnya, santri makan bersama di depan halaman pondok dan masjid setempat.

Pengasuh Pesantren Nurul Islam Kiai Mukhlas mengatakan, acara tersebut selalu digelar setiap tahun di pesantrennya. “Di acara Rabu pungkasan ini, kami membaca doa dan shalawat Burdah dengan harapan semoga bencana dan penyakit, khususnya virus corona segera ditarik oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Menurutnya, Safar merupakan salah satu bulan di mana banyak azab dan bencana alam dan non alam yang diturunkan sang pencipta. Termasuk penyakit. Hal tersebut sebagai akibat dari ulah manusia. Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar. Di hari tersebut, umat Islam dianjurkan banyak berdzikir dan berdoa agar terhindar dari bahaya bencana.

“Rabu Pungkasan berarti rabu pamungkas. Kami berharap virus Corona segera diangkat oleh Allah SWT,” harapnya.

Sahrul Maulidina, santri Pesantren Nurul Iman juga mengungkapkan harapan senada dengan Kiainya. Ia berharap Covid-19 segera hilang dari muka bumi. “Tradisi seperti ini digelar setiap tahun. Khusus tahun ini, semoga doa yang dipanjatkan membuat Covid-19 segera pergi dari muka bumi,” ungkapnya. (gus/eem)


Bagikan Artikel