Sosbudpar

Buntut Perampasan Jenazah Positif Covid, Desa Gunggungan Lor Berpotensi Dikarantina


PAKUNIRAN – Tes swab masal telah dilakukan di Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, pada Kamis (8/10) lalu. Langkah ini merupakan buntut dari perampasan jenazah warga setempat yang positif Covid-19. Selanjutnya, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Probolinggo kembali melakukan tes pada 5 orang yang turut serta dalam pemulasaran jenazah tersebut.

Jubir Satgas Covid-19 dr Dewi Vironica mengatakan, kelima orang tersebut memang tidak dilakukan tes pada hari yang sama. Pasalnya, yang bersangkutan sedang bekerja. Namun, saat ini kelimanya nya sudah melakukan tes dan tinggal menunggu hasilnya keluar.

“Mungkin waktu itu kelimanya sedang bekerja, jadi tesnya menyusul. Sekarang kami sedang menunggu hasil tes PCR dari kelima orang tersebut,” kata dokter Dewi, Senin (12/10).

Menurutnya, bila nanti hasil tes swab dari kelima orang tersebut menunjukkan positif Covid-19, maka pihaknya akan kembali melakukan tes masal tehadap 42 orang yang terdiri dari keluarga dan warga yang memiliki kontak erat dengan jenazah pada saat pemulasarannya.

“Satu saja yang positif, maka semuanya akan kami tes swab. Karena mereka bukan hanya memiliki kontak, tetapi juga memiliki kontak fisik pad saat pembukaan peti jenazah,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Dewi juga menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan mengkarantina Desa Gunggungan Lor jika nanti hasil tes swabnya menunjukkan positif Covid-19. Hal itu dilakukan guna mencegah adanya perluasan penyebaran wabah tersebut.

“Bisa (karantina wilayah, red). Seandainya pada swab ulang terdapat banyak yang positif. Hal ini untuk memudahkan pengawasan dan perawatan, tapi nanti tergantunf dari keputusan satgas bidang kuratif,” tegasnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel