Sosbudpar

Kemarau Basah, Wisata Madakaripura Buka Tutup


LUMBANG – Tidak hanya musim hujan yang dilakukan sistem buka tutup di kawasan Madakaripura. Namun seperti saat ini musim kemarau basah juga diterapkan. Itu dilakukan untuk menghindari korban jiwa.

Penerapan ini dilakukan oleh pengelola karena memang meski di musim kemarau, namun wisata itu akan ditutup bilamana terjadi hujan. Seperti halnya Senin (5/10). “Ya ditutup mas, hujan soalnya, karena ya untuk keselamatan mas, makanya ditutup,” kata Sandi, salah satu guide lokal di madakaripura.

Dinas Pemuda Olagraga Pariwisata dan Kebudayaan sendiri memang menerapkan sistem buka tutup di wisata air terjun Madakaripura di musim hujan. Nah, penerapan ini juga berlaku saat ini, bila mana di kawasan tersebut terjadi hujan.

Destinasi air terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, memang mengundang sejuta pesona. Air terjun bertirai menjadi spot wisata menarik bagi ribuan pengunjung. Namun, di balik keindahannya itu, juga tak jarang terdapat ancaman, wisatawan tenggelam atau terkena longsoran saat asyik berwisata.

“Maka kami terapkan sistem buka tutup bagi kunjungan ke air terjun Madakaripura. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau bencana yang mengakibatkan korban jiwa,” kata Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud setempat, Musa kemarin.

Sistem buka tutup itu, menurutnya berlaku situasional. Jika petugas melihat kondisi di atas Madakaripura mendung dan berpotensi hujan lebat, maka lokasi wisata akan ditutup. Sebab, kawasan tersebut rawan terjadi banjir bandang saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur. Apalagi sepanjang 3 kilometer perjalanan menuju air terjun diapit tebing tinggi nan curam.

“Jadi petugas akan menutup lokasi wisata jika cuaca mendung dan hujan, meski pada saat pagi dan siang hari. Sehingga wisatawan tidak bisa mendatangi lokasi air terjun tersebut ketika cuaca mendung dan hujan,” kata Musa.

Namun, jika kondisinya cerah, maka kunjungan dibuka untuk umum. “Sebab air terjun Madakaripura dikelilingi dengan tebing yang cukup curam dan tinggi. Selain banjir, kawasan wisata Madakaripura juga rawan bencana tanah longsor yang sangat berpotensi terjadi setiap saat di musim hujan,” terangnya. (rul/ra)


Bagikan Artikel