Sosbudpar

Satu PSK Klerkeran Positif HIV/AIDS


BESUK –  Satu dari tiga Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia penyakit masyarakat oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Probolinggo dinyatakan positif HIV/AIDS. Razia sendiri dilakukan pada Jumat (25/9) lalu di Desa Klampokan, Kecamatan Besuk. Seorang PSK tersebut berinisial SF (38), warga Desa Betek Taman, Kecamatan Gading.

Kepala Seksi Penyelidikan pada Satpol PP setempat Budi Utomo mengatakan, tak hanya itu, SF juga terkonfirmasi reaktif dari hasil rapid test Covid-19 “Karena memang kondisinya pandemi Covid-19, jadi ketiga PSK harus menjalani dua tes pemeriksaan sekaligus, pertama untuk tes HIV dan kedua rapid test dan hasilnya sudah diketahui,” katanya, Rabu (30/9).

Sedangkan untuk 2 perempuan lainnya, hasil tes kedua jenis pemeriksaan dinyatakan negatif. Sehingga saat ini 2 wanita tersebut dipulangkan setelah menjalani beberapa perjanjian untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

“Mereka dipulangkan bersyarat, karena jika terjaring lagi, sanksi yang lebih berat sudah menunggu. Sedangkan yang positif penanganannya sudah diambil alih oleh pihak Puskesmas Kraksaan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, untuk memastikan para Wanita Tuna Susila (WTS) tersebut tak melanjutkan pekerjaannya, pihaknya sudah menyegel tempat lokalisasi mereka yang dikenal dengan sebutan tempat Klerkeran dengan memasang police line.

“Razia akan kami semarakkan lagi. Terutama di titik yang selama ini sudah masuk catatan kami, maka dari itu ke depannya, razia dadakan akan kami galakkan,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, SF berhasil diamankan bersama 2 orang rekannya, yakni AS (48) warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur dan BS (50) asal Desa/Kecamatan Tiris yang bertindak sebagai mucikari. (ay/awi)


Bagikan Artikel