Sosbudpar

Kiai Muharror – Hamid Pimpin NU Probolinggo


LECES – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Ke-IX Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2020-2025 digelar di kantor PCNU setempat pada Minggu (23/8) kemarin. Meski dibayang-bayangi pandemi Covid-19, namun pelaksanaan konfercab tersebut sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Adapun hasil dari Konfercab ke-IX tersebut memunculkan nama Kyai Muharror sebagai Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo dan Ustadz Abdul Hamid sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2020-2025.

Ketua Panitia Konfercab NU Ke-IX Kabupaten Probolinggo Misbahul Munir  mengatakan, pihaknya membatasi jumlah peserta dari masing-masing ranting hanya 2 orang, yakni Ketua Tanfidziah dan Rais Syuriah. Panitia Konfercab NU mengurangi jumlah peserta yang umumnya diiikuti 4-5 orang pada setiap ranting NU, karena alasan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami batasi pesertanya dari 4 sampai 5 orang menjadi 2 orang. Nah untuk tata tertib sidang dan Bahtsul Masail (Pembahasan Masalah-Red) pada sidang komisi telah dibahas sebelum ini. Artinya ada Pra-Konferensi,” katanya, Minggu (23/8) kemarin.

Katib Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Syafruddin Syarif, dalam sambutannya pada sesi pembukaan mengajak para kader dan pengurus NU hingga tingkat ranting, untuk tidak berkecil hati menjadi bagian dari NU, Sebab mata dunia saat ini sedang menjadikan NU sebagai acuan Islam yang damai.

“Banyak tokoh agama Islam di Asia dan Eropa itu, datang ke PBNU untuk meminta diberikan pemahaman keagaman ala Nahdlatul Ulama. Mereka minta diajarkan cara berdamai bagai daerah konflik. Jadi mari kita terus memberikan yang terbaik untuk NU dimana pun kita berada,” tegasnya.

Sementara itu, Mustasyar PCNU Drs. H Hasan Amninuddin MSi dalam sambutan lanjutan menyampaikan bahwa NU adalah sebuah wadah keagamaan yang sangat besar. Didalamnya terdapat kesamaan visi dan misi dalam mengembangkan dan mengawal kepentingan umat sesuai dengan aqidah Ahlus-Sunnah wal Jama’ah.

“Siapapun nantinya yang menjadi ketua PCNU Kabupaten Probolinggo harus tetap berkhidmat kepada NU dan memperjuangkan kepentingan umat diatas kepentingan pribadinya,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel