Sosbudpar

Ritual 7 Gending, Ungkap Syukur dan Tolak Balak di Air Terjun Madakaripura


LUMBANG – Ada banyak cara untuk mensyukuri nikmat dan rezeki dari Tuhan. Salah satunya ialah dengan menggelar ritual tujuh gending di kawasan wisata air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo. Selain menjadi ungkapan syukur, ritual ini juga dipercaya untuk tolak balak.

Warga Desa Negororejo Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya punya cara sendiri dalam menyambut datangnya 1 Suro atau tahun baru Islam (1 Muharram 1442 Hijriyah) . Salah satunya yakni menggelar Tradisi Suroan di area Air Terjun Madakaripura, yang dipercaya masyarakat setempat sebagai lokasi yang sangat sakral.

Konon, Air Terjun Madakaripura merupakan salah satu tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada, yang dikenal sakti madraguna dan Sumpah Palapa.

Salah satu warga sekitar Lokasi, Icang mengatakan ritual ini memang sudah lama digelar rutin oleh masyarakat. “Ya ini bagian cara kami untuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya Minggu (23/8).

Dengan gelaran tujuh gending ini diharapkan para pelaku wisata hingga warga sekitar diberi keselamatan. “Menurut cerita, pernah di sini tidak menggelar ritual tujuh gending. Saat itu ada longsor. Makanya, percaya tidak percaya, ritual ini seperti keharusan mas,” terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, tradisi ini dikenal dengan sebutan Suroan. Dan ini sudah rutin digelar warga di kawasan Air Terjun Madakaripura.

Selain memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, warga juga melaksanakan Ritual Sinden dengan menyanyikan tujuh gending atau lagu dengan iringan musik gamelan. “Itu sebagai wujud syukur warga di sana. Karena dengan adanya air terjun warga di kawasan Madakaripura bisa hidup makmur. Sebab air tersebut digunakan untuk kehidupan sehari-hari, mengairi sawah dan ladang mereka,” ungkap Sugeng.

Dalam ritual tersebut, sejumlah warga membawa berbagai macam sesajen, mulai dari makanan dan minuman. Sugeng menambahkan, dengan tradisi tersebut, kelestrian Wisata Air Terjun Madakaripura diharapkan akan bisa terjaga.

“Ke depannya, kami akan membenahi sejumlah fasilitas di sana, termasuk para PKL. Sehingga Wisata Air Terjun Madakaripura ini bisa tambah dikenal wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” tuturnya. (rul/iwy)

 


Bagikan Artikel