Sosbudpar

Kisah Siti Masfufah, Gadis 12 Tahun yang Sempat Bangkit dari Kematian


LUMBANG – Warga Probolinggo dibuat geger dengan peristiwa jenazah yang hidup kembali. Peristiwa di luar nalar ini terjadi dan dialami oleh seorang gadis asal Desa Lambangkuning, Kecamatan Lumbang bernama Siti Masfufah yang meninggal di usia 12 tahun.

Siti Masfufah dinyatakan meninggal oleh tim medis RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo pada Senin (17/8) pukul 06.00 WIB pagi. Berdasr diagnosa dokter yang menanganinya, Siti menderita komplikasi penyakit diabetes. Pertolongan medis tak mampu menyelamatkannya.

Pasca dinyatakan meninggal, jenazah Siti Masfufah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa pulang dan dimakamkan. Namun keanehan terjadi ketika jenazah putri pasangan Ngasiyo (40) dan Mufidah (30) itu dimandikan oleh pihak keluarganya sekitar pukul 07.00 WIB.

Tiba-tiba tubuh Siti yang awalnya terbujur kaku dan dingin, mendadak menjadi hangat. Tak hanya itu. Mata Siti yang sebelumnya tertutup, tiba-tiba terbuka dan dan terdengar suara detak jantungnya yang kembali, disertai dengan gerakan dari tubuhnya.

Sontak hal itu mengejutkan seluruh anggota keluarga dan para pelayat. Mereka tak  percaya melihat apa yang terjadi. “Ketika mengetahui anak saya masih hidup, saya langsung membawanya masuk kedalam rumah,” kata Ngasiyo, ayah Siti.

Selanjutnya Ngasiyo dan istrinya langsung mengenakan pakaian dan selimut untuk menghangatkan tubuh Siti sambil mengajak buah hatinya itu untuk berbicara. Namun Siti hanya bisa membuka mata. Siti sama sekali tidak memberikan respons atas pertanyaan bapak dan ibunya.

Karena khawatir akan kondisi anaknya itu, Ngasiyo lantas menghubungi petugas medis dari Puskesmas Lumbang. Sejurus kemudian, petugas medis yang datang kelokasi dan ingin memastikan informasi yang diterima, kalau ada jenazah yang hidup kembali. “Anak saya sempat mendapat bantuan pernafasan dari tabung oksigen,” kata Ngasiyo.

Namun, bantuan alat pernafasan dari tabung oksigen itu ternyata tidak membantu Siti untuk bertahan lebih lama di dunia. Karena satu jam kemudian ternyata, Siti benar-benar menghembuskan nafas terakhir.

Saat itu petugas medis yang datang benar-benar memastikan bahwa Siti telah meninggal dunia tepat pukul 08.00. Organ vital Siti dipastikan sudah tak berfungsi lagi. “Anak saya benar-benar meninggal satu jam kemudian. Sedih rasanya ketika memandikan jenazah anak saya untuk kedua kalinya,” cerita Ngasiyo.

Pasca dimandikan untuk kedua kalinya, jenazah Siti langsung dikafani dan kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa Lambangkuning. Lokasinya  tidak jauh dari tempat tinggal Siti.

Sementara itu Kapolsek Lumbang AKP Muhammad Dugel membenarkan kalau ada jenazah yang sempat hidup lagi setelah mati. Namun hanya bertahan selama 1 jam, lalu dinyatakan meninggal.

“Saya sudah ke lokasi dan memang benar tadi sekitar pukul 07.00 WIB ada peristiwa gadis meninggal hidup kembali, setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Dr Mohammad Saleh. Tapi sekitar 1 jam hidup lalu meninggal kembali,” kata AKP Dugel. (tm/iwy)


Bagikan Artikel