Sosbudpar

Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Gili Ketapang


SUMBERASIH – Dalam rangka memeringati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75, operator snorkeling Pulau Gili Ketapang, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo bersama para wisatawan menggelar upacara unik. Senin (17/8) mereka melakukan upacara pengibaran bendera di dasar Pulau Gili Ketapang yang biasa jadi spot snorkeling. 

Upacara tersebut digelar untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan bangsa dari tangan penjajah. Selain itu, pengibaran bendera merah putih di dalam laut ini merupakan bentuk partisipasi operator snorkeling dan wisatawan dalam memeriahkan HUT ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah seorang wisatawan asal Lumajang Fuad (23) mengatakan, dirinya pada awalnya hanya hendak berwisata snorkeling di Pulau Gili. Namun karena momennya bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI, dan kebetulan diajak berpartisipasi oleh operator snorkeling, diri pun bersedia.

“Karena ini momen hari kemerdekaan dan sebagai pemuda saya harus menghormatinya. Maka saya putuskan untuk ikut berpartisipasi, walaupun saya tidak ikut menyelam ke bawah (laut, red) dan hanya memberi hormat pada bendera di tepian pantai, tapi suasananya khidmat sekali,” katanya kemarin.

Salah satu operator wisata snorkeling Gili Ketapang, Nur Zaelani menjelaskan, acara pengibaran bendera yang dilakukan oleh para operator dan wisatawan di pulau Gili Ketapang ini dibagi menjadi dua titik. Titik pertama berada di bawah air, yakni di sekitar area terumbu karang yang berkedalaman 2,5 meter, dan satu lagi di tepian pantai Gili Ketapang.

“Berkat jasa, keringat, dan darah pahlawan lah kita bisa menikmati kemerdekaan ini. Karena itu, sebagai bentuk penghormatan pada para pahlawan kami menggelar acara pengibaran bendera dibawah laut dan ditepian pantai ini,” jelasnya.

Zaelani berharap dengan semangat kemerdekaan, seluruh elemen bangsa bisa bangkit dan bersama berjuang melawan pandemi Covid-19. “Caranya hanya satu yakni kompak, sadar, dan peduli dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Selain itu, dia berharap agar sektor pariwisata dapat kembali bangkit di tengah masa penerapan kebiasaan baru ini. Karena menurutnya, semenjak ditutupnya seluruh objek wisata oleh pemkab probolinggo sejak Maret lalu. Otomatis para operator snorkeling pun tak memiliki penghasilan sama sekali.

“Semoga dengan dibukanya seluruh kawasan objek wisata di momen yang berdekatan dengan HUT RI ini bisa membawa berkas bagi semua pelaku jasa wisata tak terkecuali kami sebagai operator snorkeling,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel