Sosbudpar

Madakaripura Dibatasi 60 Pengunjung Per Hari


LUMBANG – Destinsi wisata di Kabupaten Probolinggo memang sudah dibuka serentak pada 12 Agustus lalu. Selain Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Protokol kesehatan yang harus diterapkan, kuota di setiap destinasi pun dibatasi. Di objek wisata madakaripura dibatasi 60 orang setiap harinya.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, pembatasan itu merupakan penerapan SOP yang akan dilakukan di tempat wisata. Termasuk di kawasan madakaripura di Kecamatan Lumbang. “Ya kalau misalkan kapasitas 100 orang, berarti nanti hanya 60 orang per hari,” katanya.

Penerapan ini dilakukan karena masih proses transisi new normal di bidang wisata. Tak terkecuali, sosial distancing atau jaga jarak tetap dalam penerapan wisata. “Ini juga yang diharapkan Ibu Bupati. Jadi bagaimana bisa berwisata yang aman dan nyaman. Yang terpenting itu aman, baik untuk wisatawan ataupun untuk crew jasa wisata di kawasan Madakaripura,” kata Sugeng.

Hal ini juga berlaku di tempat wisata lainnya di Kabupaten Probolinggo, seperti kawasan Seruni Point dibatasi hingga 350 pengunjung tiap harinya. Di kawasan Gunung Bromo juga diterapkan yang sama.

Dalam rilisnya kemarin (2/7), pengurangan juga dilakukan di spot yang biasa dikunjungi oleh wisatawan.  Wisatawan yang diizinkan sebanyak 20 persen dari total daya tampung per hari atau sekitar 739 orang. Namun, untuk akhir pekan (weekend) jumlahnya bisa 1.000 lebih.

Rinciannya, area Penanjakan sebanyak 178 orang dari total kapasitas 892 orang, area Bukit Cinta sebanyak 28 orang dari total kapasitas 141 orang, dan area Bukit Kedaluh sebanyak 86 orang dari total kapasitas 434 orang.

Kemudian area Savana Teletubbies sebanyak 347 orang dari total kapasitas 1.735 orang, dan area Mentigen sebanyak 100 orang dari total kapasitas 500 orang. (rul/awi)


Bagikan Artikel