Sosbudpar

Semarakkan HUT ke-75 RI, Lukis Deretan Presiden RI di Tembok Warga


DRINGU – Ada saja ide kreatif warga demi menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2020. Warga Dusun Kedungbajul, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo misalnya, mengekspresikan nasionalismenya dengan melukis wajah para Presiden RI.

Bila memasuki pintu masuk Dusun Kedungbajul, anda akan langsung disuguhi kemegahan gapura Desa Kedungdalem. Gapura itu dibangun cukup besar dan kokoh serta dihiasi ornamen khas menyambut peringatan hari kemerdekaan, yakni bendera merah putih.

Masuk ke jalan selebar sekitar 3 meter, di sisi sebelah kiri yang merupakan deretan tembok milik warga, anda akan disambut dengan deretan lukisan wajah para mantan Presiden RI, mulai Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden yang kini masih menjabat yakni Joko Widodo.

Kreatifitas warga dalam memanfaatkan tembok di sekitar pintu masuk Dusun Kedungbajul itu patut diapresiasi. Lantaran tak banyak daerah lainnya yang mampu menyajikan deretan lukisan Presiden RI semirip seperti yang digambar oleh warga desa Kedungbajul. 

Bahkan selain gambar para Presiden RI, terdapat pula sejumlah lukisan para tokoh masyarakat desa setempat. Salah satunya yakni lukisan Kepala Desa (Kades) Kedungdalem Sumartono.

Masuk lebih jauh ke dalam dusun yang berada persis di tepian sungai Kedunggaleng itu, akan terlihat pula kekompakan warga setempat yang memasang bendera merah putih. Tergambar bahwa mereka adalah warga negara Indonesia (WNI) yang patuh dan menghormati hari kemerdekaannya.

Tak hanya itu. Di malam hari pun Kedungdalem akan berubah menjadi lautan lampu hias. Lantaran di setiap rumah warganya terdapat deretan lampu hias yang semakin mempercantik dan sekaligus menyemarakkan HUT RI ke-75 ini.

                Zainun, salah satu warga Dusun Kedungbajul ditemui saat proses pembuatan lukisan tersebut mengatakan, ide untuk melukis deretan wajah Presiden RI ini merupakan hasil urun rembuk warga. Ide itu ditindaklanjuti dengan menyewa jasa pelukis, yang juga masih merupakan warga dusun setempat.

“Kalau yang melukis itu memang ada orangnya khusus, yang lain juga turut membantu untuk mengecat bagian lain. Jadi tidak ada warga yang diam. Semuanya berpartisipasi dalam pembuatan lukisan tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Kades Kedungdalem Sumartono mengaku bahwa deretan lukisan yang ada di dusun Kedungbajul itu merupakan inisiatif warganya. Mereka secara spontan bergotong royong melakukan pengecatan di seluruh penjuru Dusun Kedungbajul.

“Bukan hanya di Dusun Kedungbajul, tetapi juga di seluruh penjuru Desa Kedungdalem, seluruhnya melakukan hal yang sama. Namun mungkin caranya berbeda-beda sesuai kreatifitas warga masing-masing dusun,” jelasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel