Sosbudpar

Wih, Ada Wisata Jalan Rusak di Kota Probolinggo


PROBOLINGGO – Kondisi jalan rusak berlubang di sepanjang Jl A. Yani – Jl Basuki Rahmad Kota Probolinggo dijadikan bahan kritik pahit oleh warga. Jalan yang rusak berlubang itu dicat dan dipasangi spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Tempat Wisata Jalan Berlubang.”

Warga yang mengecat jalan berlubang di Jl Ahmad Yani itu tergabung dalam Masyarakat Peduli Jalan (Mapan). Pengecatan dilakukan, Senin (10/8) tengah hari dengan biaya sendiri.

Sumik, seorang pedagang rujak di tepi ruas jalan tersebut mengatakan, ada lima pemuda, salah satunya perempuan, yang telah mengecat jalan dan memasang spanduk tersebut. “Pastinya saya tidak tahu. Saya kelihatan dari sini ada lima pemuda. Satu orang perempuan. Habis ngecat langsung pergi,” ujarnya kemarin.

Dari lima pemuda yang mengatasnamakan diri Mapan itu salah satunya adalah Bayu. Saat dikonfirmasi, Bayu mengakui dirinya bersama teman-temannya yang mengecat jalan berlubang dan memasang spanduk. Hal itu dilakukan, sebagai bentuk kepedulian terhadap pengguna jalan. Agar pengendara melihat kalau di jalan tersebut ada lubang yang harus dihindari.  

Menurutnya, terkadang pengendara tidak kelihatan kalau jalan yang dilaluinya berlubang. Sehingga tidak sedikit pengendara roda dua yang terperosok dan terjatuh. Bahkan, beberapa bulan lalu, lubang di depan bioskop CGV ada kecelakaan  yang menelan korban meninggal.

Agar korban tidak bertambah, Bayu yang mengaku berjualan buah di jalan berlubang tersebut bersama rekan-rekannya memberi tanda lubang dengan cat putih. Dirinya melihat dengan mata sendiri, banyak poengendara yang jatuh dan terpelanting lantaran roda kendaraannya terperosok ke lubang. “Ya, minta segera diperbaiki. Agar tidak bertambah korbannya,” pintanya.  

Jika tetap dibiarkan, pihaknya akan bersurat ke pemkot. Damn kalau belum ditanggapi, Bayu mengancam bersama rekan-rekannya yang peduli jalan berlubang akan menggelar aksi turun jalan. “Kita kirim surat dulu. Jika tidak ditanggapi, ya kami akan aksi turun ke jalan. Kasihan pengendara,” katau Bayu.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Agus Hartad mengapresiasi upaya warga mengecat jalan. Sebab, cat memberi tanda kalau jalan tersebut berlubang dan perlu dihindari. “Kami apresiasi niatan baik masyarakat. Cat sebagai tanda pengendara untuk menghindar,” katanya.

Terkait kondisi jalan, menurutnya,  kerusakan terjadi sebagai dampak penutupan Jalur Lingkar Utara (JLU). Karena gorong-gorong di JLU masih dalam perbaikan, sehingga kendaraan berat dialihkan ke jalan di jalur kota.

Kedua, rusaknya jalan belum bisa segera diperbaiki karena anggaran terkendala refocusing untuk penanganan wabah Covid-19. Meski ada cadangan Dana Alokasi Khusus (DAK), namun setelah dipelajari terbentur dengan jadwal lelang atau tender. “Tender dimulai 31 Agustus. Jadi saat ini tender belum bisa digelar. Kalau kita hitung, sepertinya tidak bisa diperbaiki tahun ini. Waktunya mepet,” tambah Agus. (gus/iwy)


Bagikan Artikel