Sosbudpar

Wujudkan Dukungan, Bupati Tantri ke Bukit Betitang


TIRIS – Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari mendatangi Bukit Betitang di Desa Ranugedang Kecamatan Tiris, Rabu (5/8) lalu. Kedatangan Bupati Tantri jelas sebagai dukungan dan ketegasan jika kawasan itu merupakan wilayah Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, Bukit Betitang yang diviralkan oleh salah satu warga Tongas Hafidil Mustofa di media sosial, menjadi isu sensitif. Sebab, setelah tempat ini terkenal justru langsung diklaim sepihak oleh Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. “Alhamdulillah, secara tegas Bupati langsung datang ke Betitang. Saya pribadi sangat mengapresiasi. Karena dengan kedatangan Bu Tantri pasti memberikan presure lah,” kata Hafidil, Kamis (6/8).

Hafidil mengatakan keseriusan bupati tantri juga menjadi pelajaran kepada yang klaim sepihak. “Artinya tidak dikasih kendor. Seperti P30, yang jelas masuk Probolinggo malah diklaim.Tetapi Alhamdulillah justru malah tambah bagus sekarang,” terangnya.

Masih di desa yang sama, sebenarnya ada destinasi lain, namanya bukit savana. Dua tempat ini belakangan viral di media sosial berkat postingan para netizen. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisata terus meroket.

Sebagai bentuk support kepada pengelola wisata dan masyarakat setempat, Bupati Tantri bersama tim kecil OPD terkait menjajal sensasi wisata bernuansa adventure (petualangan) yang lokasinya berada tepat di bawah kaki Gunung Lemongan dan Tarub ini, Rabu (5/8) pagi lalu.

Bukan hanya sekedar menikmati panorama alamnya saja, kehadirannya saat itu untuk serap aspirasi dan mencari inspirasi bersama guna menentukan arah pengembangan kedepannya. Melalui  sarasehan khusus bersama masyarakat dan pihak terkait, disepakati konsep ekowisata (ecotourism), dan wisata petualangan (adventure tourism) agar dua primadona baru ini kian diminati wisatawan.

Menurut Bupati Tantri, kategorinya adalah wisata minat khusus. Oleh karena itu pengembangan konsep ecotourism dan adventure adalah yang paling relevan. Sehingga kata Bupati Tantri, tidak perlu ada pembangunan ornamen – ornamen dan polesan yang berlebihan. Sebab, selain secara estetika tidak sesuai, konsep natural ini sudah ada pangsa pasarnya tersendiri.

“Tetap jaga kelestarian alam dan keberlangsungan kehidupan yang merupakan penunjang utama destinasi wisata ini. Menyuguhkannya sealami mungkin menurut saya justru akan lebih menarik minat wisatawan. Tentu harapannya agar keindahan ini agar bisa dinikmati oleh anak dan cucu kita kelak dengan suasana yang masih asri seperti ini,” kata Bupati Tantri.

Dalam pengarahannya, Bupati Tantri mengemukakan selain olahraga bersepeda, wisata adventure seperti tracking dan hiking saat ini memang sedang booming dan bahkan menjadi gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat perkotaan.

“Hal ini merupakan peluang dan pangsa pasar yang bisa di tangkap oleh masyarakat desa Ranugedang dan desa wisata lainnya di kecamatan Tiris, apalagi orang – orang saat ini memang sedang jenuh berada di rumah selama 5 bulan karena adanya pandemi Covid-19,” urainya.

Sementara, Ketua Pokdarwis Argotarub Desa Ranugedang, Rike Nurmalita mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan supporting Pemkab Probolinggo untuk mendorong kemajuan wisata di desanya. Pihaknya juga menyadari tingginya minat wisatawan pada objek wisata rintisan ini adalah suasana alami yang masih terjaga.

“Kami sepakat dengan arahan Ibu Bupati. Ke depannya kami tidak akan merubah apa yang sudah ada di dua bukit savana ini. Hanya, kami perlu untuk sedikit meningkatkan kualitas single track untuk ojek wisata, dan penambahan sarana pendukung seperti toilet dan lokasi para pedagang agar lebih rapi,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel