Sosbudpar

Kantor Kecamatan Wonoasih jadi Tempat Belajar Online


PROBOLINGGO – Suasana kantor Kecamatan Wonoasih di Kota Probolinggo pada Senin (3/8) pagi mendadak berubah. Ada sejumlah bocah terlihat berkumpul di kantor kecamatan tersebut.  Ternyata mereka  sedang mengikuti pembelajaran via online (daring) dengan memanfaatkan wifi milik kantor kecamatan.

Najma Saroya Nazahro (11) tampak serius belajar bersama tiga rekannya di depan teras kantor Kecamatan Wonoasih, pagi kemarin. Ada lima kelompok murid SD dan SMP yang belajar bersama di kantor kecamatan itu.

Untuk mereka, pihak kecamatan menyediakan karpet. Setiap kelompok ada yang berjumlah 4 sampai 7 anak. Dengan memanfaatkan wifi internet milik kantor kecamatan, mereka melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran secara online (daring).

Yang menarik, mereka tidak belajar sendiri. Pihak kecamatan menyediakan pemandu. Tetapi pemandunya bukan guru, melainkan para pegawai kecamatan. Pegawai perempuan itu telaten menjawab pertanyaan dari anak-anak yang dibimbingnya. Meski bukan guru, tetapi mereka tidak kalah pintar dari guru.

Untuk membantu PJJ para murid itu, pihak kecamatan rela menyediakan alas belajar dan camilan (makanan ringan). Lalu, kantor kecamatan juga menyediakan sebuah laptop untuk mengakses materi pelajaran via internet. Sebab, ada di antara pelajar itu yang belum memiliki smartphone. “Ada yang belum punya android. Ya kami fasilitasi dengan laptop milik kecamatan. Kebetulan tidak dipakai,,” ujar Camat Wonoasih Deus Nawandi.

Ide belajar di kantor kecamatan ini muncul ketika Deus mengetahui betul kondisi sosial-ekonomi masyarakat di wilayahnya. Masih ada keluarga-keluarga yang ekonominya kurang. “Mereka yang orang tuanya kurang mampu membeli smartphone dan tidak memilik akses internet, kami fasilitasi,” katanya.

Kata Camat Deus,  di kantornya tersedia internet yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun selain untuk keperluan kantor kecamatan. “Akhirnya ya seperti ini. Sampeyan lihat sendiri.  Anak-anak warga sekitar sini bisa belajar memanfaatkan internet kecamatan,” tambahnya.

Fasilitasi belajar bersama di kantor Kecamatan Wonoasih ini baru digelar kemarin. Tidak menutup kemungkinan hari berikutnya bertambah. “Dimungkinkan besok jumlahnya akan bertambah,” ujar Camat Deus.

Di sela-sela belajar, Najma Saroya Nazahro mengaku kuota internet di ponselnya sudah habis. Untuk Juli, Najma mengaku belum diberi jatah paketan data internet oleh sekolahnya. Menurutnya, setiap bulan dirinya diberi paketan internet 2 gigabyte oleh sekolahnya. “Kalau bulan sebelumnya diberi. Sekarang kehabisan, makanya saya belajar di sini,” terang Najma yang merupakan siswi kelas XI SMPN 8.

Terkait upaya kecamatan yang membuka diri kepada siswa untuk belajar menggunakan fasilitas internet kecamatan, Najwa merasa tertolong. Meski dirinya kehabisan paketan pulsa, namun masih bisa belajar bersama rekan sebayanya. “Senang sih. Meski paketan habis, kami tetap bisa belajar melalui internet. Pakai internetnya kecamatan,” ujarnya.

Namun, Najma mengaku tetap lebih senang belajar di sekolah. Selain bisa berkumpul dengan teman-temannya, dia juga bisa dapat uang jajan dari orang tuanya. Beda dengan belajar di rumah, Najma tidak dapat jatah uang jajan. “Dan enaknya belajar di sekolah itu, kita bisa tanya langsung ke bu guru atau pak guru. Kalau belajar secara online kan tidak bisa,” tambahnya.

Seorang bocah lelaki murid SD yang ikut belajar di kantor Kecamatan Wonoasih kemarin  hanya tersenyum saat ditanya namanya. Begitu juga saat ditanya apakah sudah dapat paketan data internet  dari sekolahnya.

Sedangkan seorang siswi yang tahun ini lulus SD dan sudah diterima di SMPN 8 mengatakan belum mendapat paketan data internet. “Saya kan siswi baru. Jadi belum dapat paket pulsa dari sekolah,” tandasnya.

Sementara itu, kemarin ada pula seorang kepala sekolah yang hadir di kantor Kecamatan Wonoasih untuk bagaimana sitasi belajar bersama itu. Menurutnya, pihak sekolah sudah membelikan atau mengirim paket data internet ke setiap anak. “Sudah kami kirim pulsanya. Kenapa tidak awal bulan. Ya karena kami masih mengajukan,” ujar salah seorang kepala sekolah. (gus/iwy)


Bagikan Artikel