Sosbudpar

Dampak Liburan, Sampah Bromo Menumpuk

SUKAPURA – Libur Natal dan tahun baru tahun 2019 berdampak signifikan pada peningkatkan jumlah sampah di zona wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Spot wisata Gunung Bromo yang paling parah, sampah menumpuk akibat minimnya kesadaran wisatawan terhadap kebersihan.

Padahal, sudah ada tempat sampah yang diletakan pada spot wisata yang biasa dikunjungi wisatawan. Tercatat ada tong sampah di Penanjakan, Pasir Berbisik, Bukit Teletubis, hingga kawasan parkir. Namun, upaya tersebut seakan sia-sia karena ternyata sebagian besar pengunjung tak perduli kebersihan kawasan konservasi itu.

Tak ayal, sejumlah petugas dari TNBTS kemarin (2/1) langsung mengadakan clean up besar-besaran. Mereka menyisir sampah kawasan Penanjakan hingga pertigaan Dingklik dan dilanjtukan sampai mendekati laut pasir Gunung Bromo.

Meski terbilang tak semua obyek disisir, namun petugas bisa berhasil mengumpulkan 2 truk sampah. “Rencananya kami akan melanjutkan besok di laut pasir. Sementara yang terkumpul hanya dua truk, pasti akan lebih ketika besok kegiatan clean up akan dilanjutkan,” jelas Sukambang salah satu petugas TNBTS.

Sementara itu, Ketua Komunitas Bromo Lovers Teguh Wibowo menyesalkan kondisi itu. Apalagi sampah yang biasanya ditemui di kawasan Gunung Bromo yakni berupa bungkus plastik makanan dan botol plastik minuman yang sukar terurai.

Teguh menilai wisatawan yang datang ke Bromo masih perlu ditatar lagi. Pasalnya tempat berwisata itu bukan lahan biasa, namun kawasan konservasi yang di dalamnya ada flora dan fauna dilindungi beserta gejala alamnya. “Dibanding tahun kemarin, sampah yang ada sekarang lebih banyak,” kata Teguh.

Ia pun memperkirakan ada sekitar tiga hingga empat ton sampah yang di buang di kawasan tersebut. “Tapi sebagian sudah dibersihkan,” jelasnya. Teguh berharap kepada pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan, paling tidak sampah yang dibawa dari rumah bisa kembali dibawa menuju tempat sampah yang ada.

Rencananya, dalam waktu dekat ia akan menggelar aksi clean up secara swadaya bersama relawan dan komunitas lain. “Paling tidak Bromo ini indah dan sedap dilihat tanpa terganggu dengan adanya sampah,” tandasnya. (rul/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan