Sosbudpar

Mas Zulmi: Pemuda Harus Survive di Peradaban Baru


DRINGU – Masa pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Dalam kondisi seperti ini, para pemuda dituntut untuk kreatif dan adaptif terhadap penerapan peradaban baru yang kini digaungkan oleh pemerintah. Oleh karena itu Ikatan Mahasiswa Alumni Manbaul Hikam (IMAM) Jember menggelar acara khalaqah kebangsaan untuk menyikapi hal tersebut.

Bertempat di aula pertemua Hasan Center di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Selasa (28/7), puluhan mahasiswa alumni pondok pesantren Manbaul Hikam Desa Tegalmojo kecamatan Tegalsiwalan itu mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung bersama dengan Ketua Dewan pembina HIPMI Kabupaten Probolinggo H. Zulmi Noor Hasani. Topiknya tentang peran pemuda di masa peradaban baru.

Mengawali diskusi Zulmi, sempat memberikan paparan tentang peranan pemuda, utamanya para mahasiswa sebagai agen perubahan. Perubahan yang dimaksudkan ialah  memberikan peranan dalam hal pemikiran, tindakan, maupun sumbangsih lainnya agar pencegahan hingga pemulihan dampak Covid-19 ini dapat berjalan dengan baik di masyarakat.

“Pada dasarnya, setiap individu ditakdir untuk memberikan manfaat  antara satu dengan lainnya. Karena itu, sebagai pemuda yang mapan secara pemikiran dan memiliki idealism, seharusnya lebih bisa beradaptasi dan mampu survive di masa peradaban baru ini,” ujar Zulmi.

Dijelaskannya pula bahwa hal yang paling mendasar untuk mengatasi dampak yang paling terasa dari Covid-19 yakni sektor perekonomian. Maka, para pemuda harus bisa mendukung, bahkan terjun langsung di sektor usaha kecil atau mikro.

“Kenapa Indonesia bisa kuat menghadapi resesi jika dibanding negara tetangga lainnya?  Karena pondasi ekonomi kita ada pada usaha mikro,  bukan pada modal dari investor asing yang sewaktu-waktu dapat ditarik pergi,” jelas putra Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H Hasan Aminuddin itu.

Lalu kata Zulmi, para pemuda golongan milenial agar tak perlu ragu apalagi malu untuk terjun di usaha mikro seperti Koperasi, BUMDes, dan sektor pertanian. Terlebih, era digital semakin memudahkan bisnis mikro untuk mengakses pasar seluas-luasnya tanpa batasan wilayah.

“Sebagai pemuda kita harus membaca ini sebagai sebuah peluang. Percayalah banyak orang yang sukses karena dia memulai usahanya dari hal yang kecil. Namun karena mampu memanfaatkan peluang usaha tersebut, sehingga dia menjadi sukses,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua IMAM Jember Evi Susanti mengaku sangat berterima kasih atas kehadiran Mas Zulmi selaku pemateri di acara halaqah kebangsaan yang digelar oleh IMAM Jember. Dikatakannya pula bahwa banyak ilmu yang didapat dari tokoh milenial di kabupaten Probolinggo tersebut.

“Banyak ilmu yang kami serap hari ini, utamanya terkait visi seorang pemuda dan pemudi agar mampu mandiri dan survive dengan segala kondisi. Termasuk dalam kondisi peradaban baru ini,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel