Sosbudpar

Dewan Sorot Air Terjun Jaran Goyang

 KRUCIL – Insiden tewasnya bocah SD di air terjun Jaran Goyang di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil pada Senin (31/12) tahun lalu, mendapat sorotan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Ahmad Supaedi. Ia mempertanyakan aspek keselamatan wisata tersebut. Bahkan menurutnya, destinasi tersebut ditutup saja bila tidak mampu dikelola dengan baik.

Ahmad Supaedi yang menjabat wakil ketua Komisi D menyatakan prihatin atas tewasnya Muhamad Arifin Sudrajat (12), warga Dusun Tajungan, Desa/Kecamatan Krucil, di air terjun Jaran Goyang. Menurutnya, insiden maut itu harus menjadi evaluasi bagi pengelola. Sebab, dalam catatannya, dua tahun terakhir ada 2 pengunjung yang tewas saat berwisata di air terjun.

“Faktor keamanan harus menjadi perhatian penuh pengelola wisata. Apalagi tempat itu baru diperkenalkan sebagai destinasi wisata. Masak sampai 30 menit baru ditemukan ada pengunjung yang jatuh. Kalau memang pihak pengelola tidak mampu membenahi itu semua dan membuat potensi wisata Jaran Goyang jadi destinasi wisata yang layak, maka lebih baik ditutup saja. Masih banyak air terjun yang berpotensi dan masih alami,” kata Edi kepada Koran Pantura, Rabu (2/1/).

Ia mengatakan, berdasarkan UU nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, aspek keselamatan, kenyamanan, dan keramahan kepariwisataan wajib dipenuhi. Jika hal itu, dijamin oleh pengelola, maka wisatawan akan berbondong-bondong untuk datang berkunjung.

Edi meminta para pengelola semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo agar memperhatikan aspek keselamatan pengunjung.  “Saya berharap seluruh pengelola wisata memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan dan keramahan. Dengan begitu, kunjungan akan semakin meningkat. Juga akan berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat sekitar,” imbuh Edi. (ben/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan