Sosbudpar

Mendung, Tembakau Diserang Ulat


KREJENGAN – Musim kemarau sejatinya menjadi musim bahagia bagi petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. Masa pertanian tembakau berlangsung selama cuaca terik. Namun, cuaca mendung saat kemarau menimbulkan masalah pada pertanian tembakau Voor Oogst (VO) Paiton. Sepekan terakhir, banyak tembakau petani yang diserang ulat.

Salah seorang petani tembakau Moh. Najib Affandi mengatakan, cuaca mendung saat musim kemarau membuat suhu dingin. Hal itu menjadikan pertumbuhan ulat meningkat. “Kalau cuacanya udah mendung, suhunya dingin, ulat makin banyak,” katanya kepada Koran Pantura, Rabu (22/7).

Ia mengakui bahwa pertanian tembakau di wilayah Krejengan, terutama di Desa Jatiurip saat ini sedang marak serangan ulat. Beberapa daun tembakau yang berusia sekitar sebulan juga tak luput dari gerogotan ulat.

“Daun tembakau rusak. Jadi petani sekarang mengintenskan penyemprotan pestisida pada tembakaunya, agar serangan ulatnya tidak makin parah,” ucap warga Dusun Lamur, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan tersebut.

Pria yang karib disapa Didik ini menuturkan, sebelum adanya serangan ulat, petani menyemprotkan pestisida sekali dalam sepekan, sebagai upaya pencegahan. Sedangkan saat ini, petani menyemprot pestisida 2 hari sekali. “Lima hari aja tidak segera disemprot, ya sudah rusak parah daunnya,” katanya.

Anggota Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo ini pun mengimbau kepada petani yang tembakaunya diserang ulat agar menerapkan penyemprotan pestisida berbaha organik.

“Kalau penanganannya selalu kimia, khawatir kurang pas dengan selera pabrikan rokok. Akibatnya pada penurunan harga jual tembakau di tingkat petani. Yang jelas, malah petani yang rugi nanti,” bebernya. (awi/ra)


Bagikan Artikel