Sosbudpar

Tips Bersepeda secara Sehat ala Mas Zulmi


KRAKSAAN – Sejak era kebiasaan baru di masa pandemi covid-19 berlangsung, semakin banyak masyarakat melakukan olahraga bersepeda. Namun ada fakta negatif dari aktivitas ini. Ada beberapa masyarakat meninggal dunia ketika sedang atau setelah bersepeda.

Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kabupaten Probolinggo H. Zulmi Noor Hasani mengaku prihatin. Menurutnya, mengayuh sepeda merupakan olahraga yang mestinya menyehatkan. Namun ia tak memungkiri jika bersepeda maupun berolahraga lain bisa membuat seseorang meninggal dunia.

“Kita sering mendengar dan membaca berita orang meninggal dunia ketika sedang berolahraga. Termasuk olahraga sepeda. Bahkan itu juga terjadi di Kabupaten Probolinggo beberapa hari lalu,” terang Mas Zulmi, sapaan karibnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pesepeda sebelum mengayuh sepedanya. “Bersepeda itu jangan asal kayuh. Apalagi kalau jarak yang ditempuh lumayan jauh,” terang putra dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin ini.

Pertama, pesepeda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu. Di kalangan atlet sepeda, pemanasan adalah hal yang wajib dilakukan. Sebab hal itu merupakan bagian yang cukup penting.

“Ini kerap diabaikan oleh pesepeda pemula yang mayoritas bersepeda hanya sebagai gaya hidup, bukan olahraga,” terangnya.

Selain itu, bersepeda juga rentan menimbulkan cedera. Untuk meminimalkan hal itu, pesepeda sebaiknya mengenakan pakaian yang sesuai. Di antaranya memakai baju lengan panjang, memakai helm, bersarung tangan, hingga memakai masker.

“Yang tak kalah penting, tentukan dulu rute dan jarak yang akan ditempuh. Maksimal jarak berapa jauh, berapa kilometer. Sesuaikan dengan kondisi tubuh dan kemampuan kita. Pastikan tubuh kita fit,” imbaunya.

Selain memastikan kondisi tubuh fit, pesepeda harus memastikan bahwa kondisi sepedanya juga fit. “Jika berkelompok, sebaiknya diatur jarak antar pesepeda, baik jarak ke samping jika jalanan lengang, maupun jarak antar sepeda ke belakang demi jarak aman,” terang Mas Zulmi.

Ia juga mengimbau pesepeda mematuhi segala jenis aturan. Terutama aturan lalu lintas, baik ketika melintas di jalan protokol maupun di jalan pedesaan. “Yang paling prinsip, harus berhati-hati. Jangan ugal-ugalan,” tegasnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel