Sosbudpar

Delapan Kecamatan di Probolinggo Rawan Kekeringan


PROBOLINGGO–Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyebut ada beberapa kecamatan yang rawan mengalami kekeringan. Hal itu tidak terlepas dari data musim kemarau di tahun sebelumnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, data pada tahun sebelumnya, ada 8 kecamatan yang sempat mengalami kekeringan. Dan mayoritas, 8 kecamatan tersebut berasal dari Probolinggo daerah barat.

“Kemarau tahun kemarin ada Kecamatan Tegalsiwalan, Tongas, Bantaran, Wonomerto, Banyuanyar, Kuripan, Lumbang, dan Besuk. Data dari tahun ke tahun untuk daerah rawan kekeringan di 8 kecamatan itu,” katanya, Rabu (15/7).

Ia melanjutkan, meski sudah memasuki musim kemarau, ia menyebut belum ada daerah yang mengajukan pendistribusian air bersih. Hal ini diyakini karena ketersediaan air bersih di daerah-daerah masih cukup aman lantaran musim hujan baru saja usai. “Mungkin karena kemaraunya masih kemarau basah. Jadinya persediaan air masih cukup aman,” imbuhnya.

Namun, pihaknya sudah mulai melakukan persiapan guna mengantisipasi adanya permintaan pendropingan air bersih secara mendadak. Pasalnya beberapa BPBD di daerah Jawa Timur sudah mulai aktif melakukan distribusi air bersih. “Atasan juga sudah memerintahkan kami untuk bersiap, karena di teman-teman dari BPBD Bondowoso dan Pasuruan sudah mulai aktif melakukan droping air bersih,” ujarnya.

Sugeng menjelaskan, mekanisme untuk mengajukan distribusi air masih sama dengan tahun sebelumnya. Di mana pihak pemerintah desa harus melakukan pengajuan terlebih dahulu untuk menerima bantuan pendistribusian air bersih.

Hal ini tidak terlepas dari tindakan antisipasi banyaknya pengajuan pendistribusian air bersih dari daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan itu. “Harus ada pengajuan ke kami dulu, baik itu menggunakan surat ataupun via telpon. Agar kami bisa membuat penjadwalan,” terang Sugeng. (ay/awi)


Bagikan Artikel