Sosbudpar

Juma’ati, Warga Terdaftar PKH tapi Tak Pernah Terima Bantuan


KOTAANYAR- Adanya Program Keluarga Harapan (PKH) sejatinya bisa menjadi angin segar bagi kehidupan Juma’ati (60). Warga Desa Sidomulyo Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo ini memang terdaftar sebagai penerima bantuan PKH. Namun ironisnya, Juma’ati tidak pernah menerima bantuan sosial apapun.

Penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo sepertinya perlu dicermati lagi. Sebab, ada warga yang tercatat sebagai penerima PKH, tetapi justru tidak pernah menerima bantuan tersebut.

 Adalah Juma’ati, salah seorang warga Dusun Asem Jajar di Desa Sidomulyo yang mengaku hingga saat ini belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) apa pun. Juma’ati menuturkan, kejanggalan itu bermula ketika dirinya mendapat kabar dari koordinator Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dusun setempat bahwa dirinya merupakan penerima bantuan sosial PKH.

Namun, hingga kini Juma’ati sama sekali belum pernah menerima bantuan tersebut. “Baik uang maupun beras, sekalipun saya tidak pernah nerima hingga saat ini,” katanya kepada Koran Pantura, Kamis (9/7).

Ia juga mengaku tidak mengetahui mulai kapan ia menjadi penerima bansos PKH. Namun, ketika ia mengecek di web siagacovid19.probolinggokab.go.id/bansos/data, namanya benar-benar tertera sebagai penerima bansos.

“Jadi sejak kapan saya menerima saya tidak tahu. Apa memang sudah sejak tahun lalu atau memang dari tahun ini. Karena ATM maupun rekening PKH-nya warnanya seperti apa, saya tidak tahu, karena memang tidak pernah pegang,” paparnya.

Kejanggalan penyaluran bansos PKH itu juga dialami oleh tetangga Juma’ati, yaitu Suni (62). Suni mengaku baru bisa menerima dana bansos PKH tersebut untuk pertama kalinya pada Jumat (26/6) lalu. Hal itu pun tidak terlepas dari aduannya ke pihak kejaksaan Kabupaten Probolinggo beberapa hari sebelumnya.

“Nama saya ada (di data web, red), tetapi yang dapat pada Jumat (26/6) lalu setelah hari Selasa (23/6)-nya saya mendatangi kejaksaan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator pendamping PKH Kecamatan Kotaanyar Husnul Khotimah mengatakan, permasalahan PKH yang ada di Dusun Asem Jajar, Desa Sidomulyo itu bukan yang pertama kalinya terjadi.

Ia menyebut, data penerima bansos yang ada di web siagacovid19.probolinggokab.go.id/bansos/data tidak sama dengan data penerima bansos yang dipegang oleh pendamping PKH setempat. Alhasil, hal ini sering memunculkan keluhan dari warga.

“Data online dari (situs, red) covid, saya tidak paham itu data dari mana, karena namanya ada tapi tidak menerima kartu. Jadi memang kalau data (nama penerima, red) dari pengecekan online itu banyak kelirunya, tidak sama dengan data yang dipegang pendamping,” jelasnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel