Sosbudpar

Masa Uji Coba, Pedagang Masih Tak Patuh Protokol Kesehatan


PROBOLINGGO – Sejak Sabtu (27/6) lalu, sudah dilakukan uji coba pembukaan pasar hewan, yang dimulai dengan pasar hewan di Maron. Namun, meski sudah sepekan lebih uji coba tersebut dilakukan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo menyebut masih ada pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, dari pantauan pihaknya di lapangan, masih ada pedagang yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal protokol kesehatan tersebut merupakan syarat untuk dibukanya kembali pasar-pasar hewan.

“Kami kan keliling setiap harinya untuk memantau pasar-pasar hewan yang kami lakukan uji coba sebelum dibuka secara resmi. Ternyata masih ada pedagang yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker ketika memasuki pasar,” katanya, Minggu (5/7).

Meski begitu, pelanggaran terhadap penggunaan protokol kesehatan itu tidak terjadi pada semua pasar. Namun, ia tetap berharap, ketua paguyuban di masing-masing pasar hewan bisa mengkoorninir anggotanya untuk mematuhi penerapan protokol kesehatan itu.

“Kalau kami lihat selama ini ada yang sudah mematuhi seperti Besuk. Tapi ketika kami lihat di (pasar hewan) Muneng kok masih perlu dikomunikasikan lagi. Sepertinya ketua paguyubannya masih belum komunikasi dengan paguyubannya,” paparnya.

Ia menyebut peran ketua paguyuban dalam mengoordinir anggotanya untuk melaksanakan protokol kesehatan sangat penting. Hal itu tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan di beberapa pasar lainnya.

“Kalau ketua paguyubannya itu oke sama protokol kesehatan, insha Allah cepat (patuh, red). Buktinya di tempat-tempat lain seperti Besuk, Bucor, dan Maron itu bisa. Mereka patuh dan mau,” jelasnya.

Joko pun menegaskan, selama protokol kesehatan tidak diindahkan oleh para pedagang, pihaknya tetap tidak akan membuka secara resmi pasr hewan tersebut dan akan tetap melakukan. Pihaknya hanya akan uji coba hingga penerapan protokol kesehatannya dilakukan.

            “Jadi uji coba ini sampai mereka (pedagang, red) siap. Artinya, kalau mereka sudah patuh terhadap protokol kesehatan, maka akan kami buka secara resmi,” jelasnya.

Sementara, Muhammad Sholehuddin (45), salah seorang pedagang hewan dari Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, mengatakan bahwa dirinya akan terus mematuhi protokol kesehatan meski pasar-pasr hewan sudah dibuka secara resmi. Dan ia pun akan berusaha untuk mengajak pedagang yang lain untuk melakukan hal yang sama.

“Meski sudah dibuka nanti saya akan tetap bermasker. Dan saya juga akan mengajaka teman-teman yang di Muneng untuk menggunakan masker juga, biar cepat dibuka,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel