Sosbudpar

Seruni Point Dibatasi 350 Pengunjung per Hari


SUKAPURA – Reaktivasi tempat wisata di Kabupaten Probolinggo akan segera dijalankan. Salah satunya adalah wisata Puncak Seruni Point di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Namun, saat dibuka nanti, jumlah pengunjung Seruni Point dibatasi hanya untuk 350 pengunjung setiap harinya.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung itu merupakan bagian dari penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di tempat wisata. Ini juga berlaku di Seruni Point.

Dalam kondisi normal, jumlah pengunjung Seruni Point tak kurang dari seribu orang. Tetapi di nanti saat direaktivasi di tengah pandemi, jumlah pengunjung dibatasi hanya 350 pengunjung tiap harinya. “Separo dari jumlah kapasitas yang kita tetapkan. Misalnya kapasitas 600 orang, paling tidak nanti akan diterapkan 350 orang yang boleh masuk,” terang Sugeng. 

Kebijakan ini dirancang karena masih proses transisi new normal di bidang wisata. Selain pembatasan jumlah pengunjung, sosial distancing dan jaga jarak tetap dijalankan di tempat wisata. “Ini juga yang diharapkan Ibu Bupati, bagaimana bisa berwisata yang aman, dan nyaman. Yang terpenting itu aman, baik untuk wisatawan ataupun untuk crew jasa wisata di kawasan Seruni Point Gunung Bromo,” kata Sugeng.

Saat ini Pemkab Probolinggo melalui Satgas Covid-19 melakukan monitoring terhadap tetmpat wisata, termasuk daya dukungnya terkait penerapan protokol kesehatan. Seperti halnya di Seruni Point, tim gabungan memantau fasilitas protokol kesehatan di hotel dan sejumlah titik lainnya.

Hasil monitoring Satgas Covid-19 ini nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi bupati untuk mengeluarkan surat rekomendasi. Selanjutnya, surat rekomendasi itu akan menjadi alarm pembukaan wisata yang ditetapkan Pemkab Probolinggo, berikut penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Selain di Seruni Poin, pembatasan  jumlah pengunjung juga berlaku di kawasan Gunung Bromo. Jumlah wisatawan yang diizinkan sebanyak 20 persen dari rata-rata kunjungan per hari.

Rinciannya, area Penanjakan dari rata-rata total kunjungan 892 orang, dibatasi menjadi sebanyak 178 orang pengunjung saja. Bukit Cinta dari 141 pengunjung, dibatasi jadi 28 orang saja. Bukit Kedaluh dari 434 pengunjung, dibatasi menjadi  hanya 86 pengunjung. 

 Selanjutnya, area Savana Teletubbies dari total kapasitas 1.735 pengunjung, dibatasi hanya 347 orang. Sedangkan area Mentigen dari kapasitas 500 orang, dibatasi tinggal 100 orang saja per hari. Jadi, jumlah maksimal pengunjung Bromo nantinya tinggal 739 orang. Tetapi untuk akhir pekan (weekend) jumlahnya bisa 1.000 lebih.

 

Tiket Online Bromo

Sementara, wacana untuk menerapkan tiket online di pintu masuk wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, mulai diproses. Sejumlah bank swasta sudah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan sampai saat ini memang masih memberlakukan tiket secara manual. Akan tetapi, proses untuk perpindahan dari manual ke online sudah dalam pembahasan. “Ini kan masih proses, dengan bank sudah,  dengan vendor juga sudah melakukan penjajakan.  Tetapi semuanya nggak bisa langsung diputuskan,” ujarnya.

Penerapan tiket online yang akan dijalankan di pos tiket milik Pemkab Probolinggo ini dipastikan bakal memudahkan kontrol terhadap jumlah wisatawan. Hal ini juga yang diungkapkan Bupati Tantri dalam rapat koordinasi reaktivasi masa akhir transisi untuk wisata Gunung Bromo, Rabu (1/7) lalu. “Sehingga ini menjadi fungsi kontrol wisatawan di kawasan Gunung Bromo,” terang Bupati Tantri saat itu.

Selain kontrol jumlah pengunjung, tiketing online juga akan memudahkan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata. Terutama karena pemkab sudah bisa meminimalisir kebocoran tiket. (rul/iwy)

 


Bagikan Artikel