Sosbudpar

Bromo Bakal Dibuka Saat Weekday


SUKAPURA – Memasuki masa normal baru, beberapa tempat wisata sudah dibuka. Tak terkecuali Gunung Bromo yang berada Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Namun, wisata di dalam naungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini hanya dibuka saat weekday.

Sementara, untuk pembukaan sendiri, hingga kemarin memang belum ada kesepakatan tanggal, BBTNBTS beralasan karena masih menunggu rekomendasi dari satgas Covid 19 di empat daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedie mengatakan, pembukaan TNBTS akan dilakukan secara bertahap. Ukurannya berdasarkan caring capacity atau daya dukungnya.  “Bromo ini akan kami buka 10 sampai 30 persen dari total kapasitas. Kalau nanti baik, bisa dinaikkan jadi 40, atau maksimal 50 persen,” katanya dalam rilis resmi yang diterima Koran Pantura Rabu (1/7).

Meski telah dibuka, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan secara ketat. Jika suatu hari terjadi sebuah kasus, tidak menutup kemungkinan akan kembali ditutup. “Kalau sudah dibuka dan ada kejadian, dengan sangat terpaksa akan kita tutup,” tegasnya.

Saat ini sudah ada beberapa wisatawan yang melakukan booking, Mereka rata-rata memanfaatkan dari pemesanan online. “Sementara yang kami buka wisatanya dulu, pendakian belum kami bicarakan,” terangnya.

John menjelaskan, pemberian tiket ke destinasi wisata akan diberikan dengan warna yang berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pengawasan wisatawan yang berkunjung.

“Selama berwisata kesini, protokol kesehatan harus betul-betul diterapkan oleh wisatawan. Kamu juga akan lalukan pengawasan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengatur jarak agar tidak terjadi kerumunan massa selama di sana. “Tim juga sudah mengatur jarak agar tidak terjadi kerumunan massa. Serta, kami juga sudah siapkan tempat untuk mencuci tangan,” jelasnya.

Namun, berbagai persiapan tersebut masih menunggu kesepakatan dari empat kepala daerah yang mengelilingi Gunung Bromo. “Kami masih tunggu perintah dan kesepakatan Bupati. Hanya tunggu rekomendasi tanggal bukanya. Yang jelas, tidak buka saat weekend, kemungkinan hari Senin atau Selasa saja,” tandasnya.

            Rencana pembukaan wisata Gunung Bromo disambut antusias penyedia jasa jeep wisata. Kemarin mereka menggelar simulasi protokol kesehatan. Itu dilakukan menjelang pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

Simulasi bertajuk “Manasi Mesin” ini digelar paguyuban jeep Bromo Sukapura, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPC Probolinggo, serta pelaku usaha lain di kawasan Tengger.

Nantinya setelah Bromo dibuka, pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi atau jasa travel, wajib berhenti di rest area Sukapura. Di lokasi ini, pengunjung menjalani tes suhu tubuh dengan thermogun, cuci tangan serta wajib menggunakan masker.

Dari rest area Sukapura, wisatawan diarahkan untuk menggunakan jeep sebagai kendaraan wisata selama di Bromo. Satu jeep yang biasanya memuat 4 hingga 6 penumpang, dengan kebijakan new normal ini hanya diisi 3 orang. Lalu tempat duduk antar penumpang diberi sekat menggunakan plastik transparan.

Langkah itu ditempuh untuk menghindari sebaran virus corona. Seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha wisata, tidak ingin Bromo menjadi klaster baru sebaran virus corona.

“Dengan semua persiapan ini, kami berharap agar kawasan wisata Bromo kembali dibuka. Dampaknya sangat parah pada kami semua (pelaku wisata). Tidak ada penghasilan sama sekali,” kata Ketua Paguyuban Jeep Sukapura, Sutrisno.

Sementara, sopir jeep juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai dari penggunaan masker, menyediakan cairan cuci tangan atau hand sanitizer dan menggunakan face shield. “Ini demi keamanan bersama. Dan simulasi ini juga menunjukkan kalau kami sudah siap apabila Gunung Bromo kembali dibuka, tentunya dengan protocol kesehatan yang lengkap,” terangnya.

Sedangkan Vany Reza Violita, seorang pengunjung restoran, mengaku sudah rindu dengan suasanya Gunung Bromo. “Sudah sangat rindu sekali ya. Dengan adanya penerapan new normal ini, kami harap wisata Bromo bisa dibuka seperti sedia kala. Kami rindu suasananya, laut pasirnya dan hamparan rumput di bukit teletubies. Kalau sekarang kan tidak bisa ke sana, masih ditutup,” ujarnya.

Saat ini wisatawan yang terlanjur datang, hanya bisa menikmati panorama pegunungan Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tepatnya di beberapa restoran di Sukapura yang mulai buka dengan menerapkan protokol kesehatan superketat. (rul/iwy)


Bagikan Artikel