Sosbudpar

Tambah 25 Kasus, Positif Covid-19 di Probolinggo Jadi 116 Orang


KRAKSAAN – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo kembali bertambah dalam jumlah puluhan. Berdasar hasil swab dinyatakan ada 25 pasien baru yang positif Covid-19. Mereka berasal dari berbagai klaster.

Dengan tambahan baru ini maka jumlah kasus positif corona di Kabupaten Probolinggo sampai kemarin (4/6) menjadi 116 orang. Dari jumlah itu, 75 orang sudah sembuh, 39 orang masih dirawat, dan 2 orang meninggal dunia.

Sejumlah 25 kasus positif baru itu yang terbanyak berasal dari klaster pasar. Klaster ini terbilang baru, setelah Pemkab Probolinggo sejak beberapa waktu terakhir gencar melakukan rapid test masal di pasar tradisional. Hasilnya cukup mencengangkan. Ada 13 dari 25 pasien positif baru ini yang berasal dari klaster pasar.

Secara keseluruhan, 25 pasien positif baru ini terdiri dari 8 orang dari klaster Pasar Maron; 3 orang Pasar Paiton; 2 orang Pasar Sumberasih. Kemudian 6 orang pemudik, dan juga 2 orang tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Kuripan. Sementara 4 sisanya berasal dari klaster campuran.

Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelianto mengatakan, 25 kasus baru itu dinyatakan positif setelah mereka melakukan rapid test masal di pasar tradisional, dan dilanjutkan dengan swab. “Hasil swab dinyatakan positif. Dan kondisi sampai saat ini dalam kondisi baik,” kata dokter Anang.

Selanjutnya, menurut dokter Anang, pihaknya sudah melakukan tracking ketika mereka sudah dinyatakan reaktif. “Fokus utama yang dilakukan saat ini adalah yang yang kontak erat,” katanya.

Kendati ada tambahan kasus positif baru, ada lima orang dinyatakan sembuh dari hasil swab, yakni dari klaster Sukolilo dua orang. Kemudian ada klaster pemudik tiga orang. “Hasil dua kali swabnya memang sudah dinyatakan negatif dan dinyatakan sembuh,” kata dokter Anang.

Selanjutnya, meski sudah dinyatakan sembuh, mereka tetap melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing. “Tetap harus isolasi mandiri dulu,” kata dokter Anang yang juga menjabat kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Ia berharap, masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu sering cuci tangan dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Anjuran pemerintah harus tetap dilaksanakan,” jelasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel