Sosbudpar

Wacana New Normal, Pemkab Probolinggo Masih Enggan Buka Objek Wisata


PROBOLINGGO – Penutupan objek wisata di Kabupaten Probolinggo masih terus berlangsung. Walaupun ada rencana pemberlakuan new normal, namun Pemkab Probolinggo masih bergeming soal pariwisata. Artinya, pemkab masih enggan membuka puluhan objek wisata di wilayahnya yang terdampak pandemi Covid-19.

Kasi Destinasi Wisata pada Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Musa mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum mengizinkan operasional dari seluruh objek wisata ditengah pandemi Covid-19.

“Kami belum bisa membuka seluruh objek wisata, karena memang hingga saat ini belum ada petunjuk maupun kebijakan terkait pembukaan objek wisata ditengah pandi Covid-19, baik dari menteri parwisata maupun dari Bupati Probolinggo,” ungkapnya, Senin (1/6).

Dijelaskan Musa, penutupan seluruh objek wisata di kabupaten Probolinggo diakui sangat berpengaruh pada perolehan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020. Namun demikian hal itu bukan lagi menjadi skala prioritas. Sebab, saat ini kebijakan Pemkab Probolinggo tengah difokuskan pada penanganan Covid-19.”Kalau bicara berapa pendapatan yang hilang selama dua bulan terakhir ini. Diperkirakan pendapatan yang hilang sekitar Rp 400 jutaan,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya masih belum bersedia menyebut hingga kapan penutupan objek wisata itu akan terus dilakukan. Pasalnya pihaknya juga menunggu adanya kebijakan dari pusat dan pimpinan daerah terkait dengan pembukaan objek wisata.

“Paling dimungkinkan pada saat new normal ke depannya, seluruh objek wisata memberlakukan protokoler kesehatan. Namun seberapa efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, itu yang masih perlu dikaji lagi,” kata Musa. (tm/iwy)


Bagikan Artikel