Sosbudpar

Sempat Sepi karena Corona, Pesanan Batik Meningkat saat Ramadan


KRAKSAAN – Usaha batik sempat terpukul oleh wabah corona atau Covid-19. Pesanan merosot tajam sejak pemerintah memberlakukan pembatasan sosial. Namun, situasi berubah begitu memasuki Ramadan. Meski pandemi belum berakhir, namun pengusaha batik mulai merasakan adanya peningkatan pesanan.

Pandemi corona sempat membuat produksi batik mengalami penurunan. Namun, ketika memasuki bulan puasa, situasi pandemi seperti terlewati. Pengusaha batik di Kota Kraksaan mulai merasakan adanya peningkatan pesanan.

Situasi ini dirasakan Mahrus Ali, salah seorang pengusaha batik di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Ia mengatakan, di awal wabah corona, omzet usahanya menurun. Namun, semenjak masuk Ramadan, pesanan batiknya semakin meningkat.

“Ini kan orang jadi waswas untuk keluar rumah. Jadinya bukan hanya batiknya yang dipesan, tetapi dengan jadinya (pakaian batik, red). Kebanyakan beralasan karena malas untuk mencari ke toko-toko, karena sedang pandemi,” katanya, Selasa (28/4).

Ia membandingkan, pemesan pakaian batik yang datang pada Ramadan kali ini jauh meningkat dari Ramadan tahun lalu. Bahkan menurut Mahrus, peningkatan pemesanan pakaian batik mencapai 150 persen. Tercatat, pemesanan pakaian batiknya pada tahun lalu hanya berasal dari 6 keluarga.

 “Sebelum Ramadan pesanan memang sedikit. Tetapi untuk yang akan digunakan pada lebaran nanti, pesanan pakaian batik sampai hari ke – 5 puasa ini sudah datang dari 15 keluarga,” jelasnya.

Mahrus menuturkan, meski ada 15 keluarga yang memesan pakaian batik, jumlah pakaian batik yang disiapkannya melebihi 40 pakaian. Sebab, dalam 1 keluarga terdiri dari 3 atau lebih anggota keluarga yang memesan.

Meski saat ini bisnis batiknya mengalami kenaikan konsumen di tengah pandemi corona, Mahrus tetap berharap pemerintah bisa mempercepat penanganan wabah. Pasalnya, dengan tuntasnya penanganan wabah ini, ia meyakini bisnis usaha batiknya itu akan kembali normal.

“Sekarang ini kan karena lebaran sudah hampir dan ada corona, jadi pemesannya meningkat. Tetapi setelah lebaran kalau corona belum tuntas penanganannya, kan bisa sulit lagi untuk mendapatkan pelanggan,” katanya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel