Sosbudpar

1.390 Pelaku Wisata Probolinggo Diusulkan Dapat Bantuan Sembako


PROBOLINGGO – Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo mengusulkan sebanyak 1.390 pelaku wisata untuk mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dampak penyebaran Covid-19 tahap II. Kini data tersebut tengah dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh Dinsos.

Adapun 1.390 pelaku wisata yang diusulkan mendapatkan bansos berupa sembako dari Pemkab Probolinggo itu berasal dari berbagai profesi. Misalnya sopir jeep/taft/elf, pegawai hotel, pramuwisata, pedagang asongan, tukang ojek, warung, hingga ojek kuda.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengungkapkan program bantuan sosial (Bansos) untuk 1.390 pelaku wisata itu. Bukan merupakan angka pasti, pasalnya oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) data yang diusulkan menerima bansos berupa sembako itu akan diverifikasi terlebih dahulu.

“Angka itu hanya usulan saja. Nanti pasti akan berubah. Karena ada sejumlah persyaratan yang diatur oleh pemerintah agar penerima tidak sampai mendapatkan dua kali bansos,” ungkapnya, Senin (20/4) kemarin.

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Achmad Arif mengatakan syarat utama penerima bansos sembako dari program jaring pengaman sosial kabupaten Probolinggo ini ialah merupakan warga atau pelaku usaha dan jasa yang terdampak penyebaran Covid-19. Berikutnya, tidak tercatat tengah menerima program bansos lainnya dari pemerintah, seperti PKH, BPNT, dan kartu Pra Kerja.

“Dengan adanya sejumlah syarat itu, kami berupaya agar penyaluran bansos ini lebih tepat sasaran dan tidak sampai double. Sehingga penerima manfaat program bansos ini lebih merata di masyarakat,” jelasnya.

Adapun mekanisme pendistribusiannya dilakukan secara bertahap perbulan selama tiga bulan kedepan. Tahap pertama bulan April tahun 2020 sudah dilakukan di Kecamatan Maron. Untuk tahap ke dua bulan mei dan tahap ke tiga bulan Juni nanti.

“Tahap pertama pendistribusian sembako sebanyak 10 ribu paket, dengan nominal 200 ribu per paket. Tiap paket terdiri dari beras 10 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 kg, mie 1/2 dus, sarden dan kecap,” sebutnya.

Selain itu, disebutnya bahwa pendistribusian program bansos ini tidak hanya pada sektor wisata. Sektor lain seperti pendidikan, pasar perdagangan, RTLH dan perikanan juga akan dapat. “Untuk tahap berikutnya ada penambahan karena data dari sektor pertanian, peternakan serta kecamatan belum masuk,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel