Sosbudpar

Selama Pandemi Corona, Sudah 515 Pekerja Di-PHK


PROBOLINGGO – Sudah ada banyak orang kehilangan pekerjaan lantaran wabah corona (Covid-19). Berdasar data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, selama masa statsus siaga darurat Covid-19, sudah ada 515 pekerja dari 10 perusahaan dan hotel yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan sementara.

Hal ini diungkapkan Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin. Menurutnya, berdasar hasil pendataan yang dilakukan oleh pihaknya sejak pekan lalu,  setidaknya ada 10 perusahaan dan hotel di Kabupaten Probolinggo yang mengonfirmasi telah melakukan PHK atau merumahkan sebanyak total 515 karyawannya. Langkah ini diambil  sebagai dampak penyebaran Covid-19 yang memukul usaha mereka.

“Tidak semua pekerja yang dilaporkan di-PHK atau dirumahkan oleh perusahaan itu  berasal dari Kabupaten Probolinggo. Ada yang dari Kota Probolinggo, dan juga dari Malang. Tetapi mayoritas atau sembilan puluh persennya adalah warga Kabupaten Probolinggo,” ungkap Hudan, Rabu (8/4).

Dijelaskan pula bahwa data ratusan pekerja yang di-PHK atau dirumahkan itu sudah diminta oleh Pemprov Jawa Timur, untuk selanjutnya diajukan dalam program penerima bantuan sosial yang telah disiapkan baik Pemprov Jatim melalui program Social Safety Net maupun program kartu pra kerja. “Untuk hal ini, ranahnya ada di Dinas Sosial. Kami hanya bertugas melakukan pendataan saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DiskotikDansa) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan bahwa untuk para pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan itu akan dibantu. Pemkab Probolinggo melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 akan memberikan bantuan berupa sembako sebagai bentuk tali asih. “Sesuai arahan Bupati, maka kami siapkan bantuan berupa sembako kepada ratusan pekerja itu nantinya. Segera kami akan bagikan dalam waktu dekat ini,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel