Sosbudpar

Kreatif, Karang Taruna Bikin Bilik Sterilisasi di Masjid


KRUCIL – Upaya pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Probolinggo tidak hanya dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) penangaan Covid-19 dan tenaga kesehatan. Masyarakat sipil ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan. Salah satunya dilakukan pemuda Karang Taruna (Kartar) Desa Tambelang, Kecamata Krucil. Mereka mendirikan bilik sterilisasi mandiri di depan masjid desa setempat.

Sekretaris Karang Taruna Desa Tambelang Rudi Nanang Hermanto menjelaskan, pemasangan disinfectant chamber atau bilik sterilisasi ini merupakan kreasi dari pemuda desa setempat.

“Sumber dananya dari kas karang taruna, mas. Setiap bilik itu biaya enggak sampai Rp 1 juta. Sementara ini, baru 1 bilik yang sudah dioperasikan, yaitu di Masjid Baiturrohman RT 12 RW 3,” kata pria yang akrab disapa Rugel ini, Selasa (7/4).

Menurutnya, pendirian bilik sterilisasi secara swadaya ini karena kepedulian warga akan bahaya penyebaran virus corona. Ia mengklaim bahwa pembuatan bilik sterilisasi di masjid adalah yang pertama di kecamatan krucil. “Bahkan mungkin pertama di Proboliggo,” selorohnya.

Rugel menyebut, ada 13 masjid di Desa Tambelang. Rencananya setiap masjid nanti akan didirikan bilik sterilisasi. Setiap bilik memerlukan waktu 1 hari pembuatan. Sehingga pihaknya menargetkan 13 hari ke depan program tersebut tuntas.

“Kegiatan ini juga didukung oleh pak PJ Kades. Bahkan setiap dana yang dikeluarkan akan diganti. Jadi pemuda di sini semakin semangat dalam merealisasikan program ini,” terangnya.

Bilik sterilisasi digarap sendiri oleh pemuda setempat, tanpa mendatangkan teknisi dari luar desa. Mereka menggunakan pompa sprayer dengan adaptor dan menggunakan saklar injak. “Ini berbeda dengan bilik sterilisasi yang saya baca dari berbagai media. Dimana bilik sterilisasi itu menggunakan sensor gerak. Kami pakai saklar injak karena lebih ekonomis,” katanya.

Jadi, setiap jamaah yang masuk lewat tersebut otomatis akan menginjak saklar tersebut. Sehingga bilik sterilisasi itu otomatis akan menyemprotkan disinfektan dari sprayer dengan sendirinya.

“Bahan baku disinfektannya kami dapat dari salah satu anggota DPR RI. Beliau menjamin bahan bakunya aman disemprotkan pada manusia. Respons masyarakat juga positif. Mereka merasa lebih terlindungi dengan upaya ini,” beber Rugel. (awi/iwy)


Bagikan Artikel