Sosbudpar

Fatwa MUI Probolinggo: Penuhi Hak Jenazah Pasien Covid-19


KRAKSAAN – Protokol pemakaman jenazah orang yang terinfeksi virus corona (Covid-19) sedang jadi perhatian. Minggu (5/4), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo mengeluarkan fatwa terkait pemulasaraan jenazah pengidap virus corona. Dalam fatwanya, MUI menyatakan jenazah pasien Covid-19 yang beragama Islam harus dipenuhi hak-haknya sebagaimana yang dianjurkan dalam agama.

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H Yasin menjelaskan, pihaknya telah rapat dan koordinasi dengan MUI pusat. Karena itu, MUI mengeluarkan fatwa terkait pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang beragama Islam. Jenazah wajib tetap dipenuhi hak-haknya sebagai muslim.

Ketentuan perawatan hingga pemakaman jenazah yang tertular virus corona, kata Yasin, sama halnya dengan jenazah pada umumnya. Hanya saja, petugas harus serba hati-hati agar tidak tertular Covid-19.

“Pengurusan jenazah yang terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat,” kata Yasin, usai rapat kemarin.

Sedangkan untuk menshalatkan dan mengubur jenazah pasien Covid-19, lanjut Yasin, dilakukan sebagaimana biasa. Dengan pertimbangan, petugas tetap menjaga agar tidak terpapar virus. Baik saat  di tempat penguburan, atau shalat dari jarak jauh sebelum janazah dikuburkan.

“Umat Islam yang wafat karena wabah Covid-19 dalam pandangan syara’ termasuk kategori syahid akhirat dan hak-hak jenazahnya wajib dipenuhi, yaitu dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikubur,” tuturnya.

Sedangkan untuk ketentuan syariat yang dimaksud, sambung Yasin, seperti jenazah dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya dan petugas wajib berjenis kelamin yang sama. “Jika petugas yang memandikan tidak ada yang berjenis kelamin sama, maka dimandikan oleh petugas yang ada, dengan syarat jenazah dimandikan tetap memakai pakaian. Jika tidak, maka ditayamumkan,” jelasnya.

Hal tersebut harus dilaksanakan, tambahnya, lantaran jenazah muslim yang tertular Covid-19, dikategorikan sebagai syahid akhirat yang patut untuk diberlakukan sebagaimana janazah muslim pada umumnya.

“Muslim yang meninggal dunia karena wabah ini (corona, red) dihukumi dan mendapat pahala syahid. Artinya dosa jenazah muslim itu diampuni dan dimasukkan ke surga tanpa hisab. Tetapi secara duniawi hak-hak jenazah tetap wajib dipenuhi,” jelas Yasin. (yek/iwy)


Bagikan Artikel