Sosbudpar

Terdampak Corona, Omzet Pedagang Turun hingga 70 Persen


LECES – Ratusan pedagang di pasar tradisional Leces mulai merasakan betul dampak wabah  Corona Virus Disease (Covid-19). Pasalnya omzet mereka anjlok hingga 70 persen. Ini terjadi karena penuruan pengunjung pasar. Selain karena masyarakat khawatir tertular virus, juga karena adanya pembatasan jam operasional pasar tradisional yang diberlakukan oleh Pemkab Probolinggo.

Kondisi ini dibenarkan salah satunya oleh Taufik, seorang pedagang tas dan sepatu di Pasar Leces. Ia mengaku bahwa semenjak merebaknya Covid-19, omzetnya langsung terjun bebas. Biasanya dalam sehari dia bisa mengantongi pemasukan hingga Rp 300 ribu. Akan tetapi semenjak adanya penyebaran Covid-19, pasar menjadi sepi. “Kalau sekarang, bisa dapat lima puluh ribu saja sudah untung,” katanya, Kamis (2/4).

Menurutnya, situasi ini diperparah dengan pemberlakukan jam operasional pasar/pedagang. Mereka dibatasi berjualan maksimal hingga jam 13.00 siang. Tentunya hal ini semakin membuat para pedagang kecil seperti dirinya kian terpuruk. Pasalnya selain sepinya pengunjung, mereka juga dibatasi jam bukanya. “Ini seharian belum dapat penglaris, jadi tidak ada yang bisa dibawa pulang hari ini,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Juhariyah, salah seorang pedagang sayur di pasar setempat. Menurutnya, dalam dua pekan ini dirinya terus mengalami penurunan omzet penjualan. Bahkan terkadang dirinya sampai kesulitan untuk mendapatkan uang untuk modalnya kembali berjualan. “Tambah hari, tambah sepi. Ini seharian cuma dapat dua puluh ribu. Tahu-tahu sudah disuruh tutup saja,” katanya.

Sementara, Kepala Pasar Leces Joni Sukisworo menyatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas dan instruksi dari atasannya terkait tentang pemberlakuan jam operasional pasar. Sebenarnya dia mengetahui dan memahami bahwasannya para pedagang di pasarnya tengah mengalami paceklik, gegara pandemic  Covid-19. “Memang sepi. Biasanya tidak sesepi ini. Masyarakat seperti takut pergi ke pasar, dan pedagang di pasar akhirnya turut jadi korban,  karena omzetnya anjlok,” sebutnya.

Namun demikian pihaknya coba terus berupaya mengedukasi para pedagang agar memberlakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga kesehatan diri dan lingkungan pasar terjaga dengan baik. “Kami selalu menghimbau baik secara langsung maupun lewat pengeras suara terkait dengan protokol kesehatan dan juga adanya pembatasan jam operasional yang ada di pasar. Ini demi kebaikan seluruh pihak, dan supaya mata rantai Covid-19 dapat segera diputus,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan Koran Pantura, sekitar pukul 12.30 siang kemarin, sejumlah pedagang di pasar tradisional Leces sudah mulai menutup kiosnya. Bahkan ada kios yang memang sudah tutup sejak pagi hari, karena memilih untuk tidak berjualan untuk sementara waktu karena adanya penyebaran Covid-19. “Kalau yang tutup – tutup itu memang sudah dari tadi pagi, karena memang pasarnya lagi sepi,” kata Joni. (tm/iwy)


Bagikan Artikel