Sosbudpar

Pulau Gili Isolasi Diri, Berlakukan Jam Kunjung dan Tutup Satu Dermaga


SUMBERASIH – Demi melindungi warganya dari pandemi Corona Virus Disease (Covid-19),  Pemerintah Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo mengisolasi diri. Mereka memberlakukan aturan ketat kepada para pendatang, dengan memberlakukan jam kunjung, bahkan menutup salah satu dermaganya.

Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono mengatakan, jam kunjung diberlakukan sejak pukul 06.00 sampai 12.00 bagi warga pendatang. Ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah Desa Gili Ketapang mengisolasi daerah dan warganya demi menghindari penyebaran wabah Covid-19.

“Setiap warga luar desa yang datang akan langsung kami data dan sterilisasi denganenggunakan protokol kesehatan. Selain itu, kami juga membatasi, bahkan melarang warga pendatang yang hendak datang ke desa kami di atas jam kunjung. Langkah ini demi melindungi warga kami dari terjangkitnya Covid-19,” kata Kades Suparyono, Rabu (1/4).

Menurutnya, selain memberlakukan jam kunjung dan sterilisasi, pihaknya juga menutup salah satu dermaga sandar yang merupakan milik Pemprov Jawa Timur di sisi selatan pulau. Dengan begitu, warga yang hendak keluar masuk Desa Gili Ketapang banyak dapat bersandar pada dermaga milik Pemkab Probolinggo yang terletak di sisi utara pulau berpenghuni sekitar 8.000 jiwa tersebut.

“Hanya  satu pintu dermaga yang kami buka. Di sana kami dirikan titik check point untuk mengawasi ketat. Setiap warga yang keluar masuk pulau, kami sterilisasi dengan menggunakan cairan disinfektan dan dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun,” jelasnya.

Menanggapi isolasi diri yang dilakukan oleh pemerintah Desa Gili Ketapang, Camat Sumberasih Rachmad Hidayanto menyatakan mendukung penuh. Pasalnya, Desa Gili Ketapang dihuni penduduk yang sangat padat. Apabila sampai ada warga yang terjangkit Covid-19 maka penyebarannya akan sangat cepat.

“Langkah tersebut sangat kami dukung, karena memang yang kita lawan ini adalah virus yang notabene kasat mata, bisa menjangkiti dan menyerang siapapun tanpa disadari. Karena itu, langkah isolasi diri sudah sangat tepat dilakukan,” ujar Mantan Camat Krejengan itu.

Namun demikian, Camat Rachmad menyatakan sebaiknya warga Desa Gili Ketapang untuk sementara waktu tidak beraktifitas di luar rumah. Terutama agar tidak bepergian ke daerah episentrum penyebaran Covid-19, seperti Surabaya dan sekitarnya.

“Alangkah baiknya jika sementara waktu warga mengurangi aktifitas di luar rumah,  dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Mulai dari selalu mencuci tangan dan menggunakan masker pada saat bepergian,” sebutnya.

Lalu yang paling penting, kata Camat Rachmad, batasi masuknya warga melalui pelabuhan Mayangan. Sebab, semakin sedikit terjadi interaksi dengan warga seberang, maka potensi penyebaran Covid-19 dapat dihindari. “Jadi bagi warga yang kepentingannya tidak terlalu mendesak, sebaiknya tidak usah menyeberang. Apalagi kalau niatnya (datang, red) berwisata, sebaiknya dihalau saja, dan suruh pulang,” katanya. (tm/iwy)

 

 

 


Bagikan Artikel