Sosbudpar

Ada Wisatawan Tewas, Air Terjun Jaran Goyang Ditutup


PROBOLINGGO – Kejadian yang menewaskan seorang wisatawan asal Tenggarong, Kalimantan Timur Febri Yandinur Orsalbadat (19) di air terjun Jaran Goyang, disikapi serius. Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) kabupaten Probolinggo secara resmi menutup objek wisata tersebut untuk umum. Penutupan tersebut berlaku mulai Kamis (5/3) hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kasi Destinasi Wisata pada Disporaparbud Musa mengungkapkan penutupan sementara itu hanya berlaku pada lokasi jeram air terjun Guyangan. Namun demikian, wisatawan masih dapat berkunjung ke objek wisata tersebut untuk menikmati kebun bunga dan taman tematiknya.

“Penutupan sementara itu untuk mengantisipasi kembali jatuhnya korban jiwa. Sekaligus sesegera mungkin akan kami ajak pengelola untuk melakukan evaluasi bersama dengan sejumlah pihak terkait,” ungkapnya, Kamis (5/3).

Dijelaskannya bahwa peristiwa tenggelamnya wisatawan di objek wisata alam tersebut tidak boleh terulang kembali. Pasalnya, kejadian ini akan berpengaruh pada citra objek wisata lainnya di Kabupaten Probolinggo. “Hal ini akan kami jadikan catatan dan peringatan kepada seluruh pengelola dan petugas objek wisata, agar mengedepankan keamanan para wisatawan ketika datang berkunjung. Dan tentunya pengawasannya harus ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Dipaparkannya bahwa objek wisata alam di kabupaten Probolinggo, memang memiliki resiko cukup tinggi utamanya pada musim hujan. Dimana bahaya bencana banjir dan tanah longsor selalu mengintai. Maka dari itu diperlukan pengawasan yang ketat serta ketegasan dari petugas di objek wisata untuk berani menghalau wisatawan yang mendekat ke area yang berbahaya semisal jeram air terjun.

“Padahal sudah ada papan peringatan disana, tapi masih saja bisa kecolongan. Hal ini tidak boleh kembali terjadi. Dan petugas atau pengelola objek wisata harus mengedukasi wisatawannya terlebih dahulu,” tegasnya.

Terkait dengan nasib objek wisata air terjun Guyangan kedepannya, Musa menyebut bahwa hal itu akan didapatkannya bersama dengan sejumlah pihak terkait, termasuk didalamnya yakni Pokdarwis desa Guyangan selaku pengelola objek wisata tersebut. “Besok (Hari ini.red) akan kami rapatkan terkait itu. Dan semoga peristiwa ini merupakan yang terakhir,” tandasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel