Sosbudpar

Juama, Janda dengan 3 Anak Disabilitas Bakal Dapat Bantuan Tetap


PROBOLINGGO – Perjuangan berat Juama untuk menghidupi diri sendiri dan tiga orang anak yang semuanya menyandang disabilitas, akhirnya mendapat simpati dari banyak kalangan. Banyak bantuan mengalir kepada janda warga Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo itu.

Kisah pilu yang dialami oleh Juama (55) warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, telah menyita perhatian sejumlah pihak. Mereka pun bersimpati dan langsung datang memberikan bantuan kepada Juama.

Juama adalah seorang janda 55 tahun, yang sehari-harinya harus berjuang keras menghidupi dirinya dan tiga anak. Padahal, tiga orang anaknya seluruhnya adalah penyandang disabilitas.

Setelah kisah Juama diangkat media, banyak kalangan akhirnya bersimpati kepadanya. Bahkan dalam dua hari terakhir, bantuan terus mengalir dari sejumlah pihak kepada Juama. Mulai dari Camat Sumberasih, Dinas Sosial, Tagana Kabupaten Probolinggo, dan Polresta Probolinggo. Mereka berurutan datang menyerahkan bantuan sembako dan dana taliasih.

Bahkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Ahmad Arief, menyebutkan pihaknya tengah berupaya memberikan program bantuan sosial tetap kepada Juama. Selain itu Dinsos juga melakukan koordinasi dengan OPD terkait guna pemberian bantuan program bedah rumah.

”Saat ini Camat Sumberasih dan petugas Tagana kami tengah melakukan assessment. Hasil assessment itulah nanti yang akan kami jadikan acuan guna dapat merealisasikan dan memberikan bantuan sosial lewat TKSK setempat,” kata Arief kepada Koran Pantura, Kamis (13/2).

Menurut Arief, berdasarkan informasi awal yang diterima dari Camat Sumberasih Rahmad, Juama pernah 2 kali mendapatkan program bantuan sosial, yakni program bantuan bedah rumah oleh Kodim 0820 Probolinggo pada tahun 2008 silam dan bantuan 2 ekor ternak kambing pada tahun 2019 lalu.

“Karena terhimpit kesulitan ekonomi, akhirnya Juama menjual kambingnya itu. Sedangkan rumah yang ditinggalinya bersama tiga anaknya itu merupakan milik putri pertamanya. Jadi, pada prinsipnya, pemerintah hadir untuk membantu warga yang memang sangat membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Sementara, Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota AKP Retno Utami yang datang bersama sejumlah anggota polwan ke rumah Juama, menyampaikan bahwa kedatangannya adalah untuk memberikan bantuan. “Selain kami beri bantuan sembako dan uang tali asih, kami juga berikan dukungan moril kepada nenek Juama agar tetap tegar dan tetap mampu merawat anaknya dengan baik,” ujarnya.

Ditambahkan pula bahwa ada banyak pihak yang peduli nasib Juama. Di antaranya ialah komunitas pemuda dan warga Desa Pesisir yang peduli secara sukarela menyumbang bahan bangunan dan merencanakan renovasi rumah Juama, Minggu. “Kami sangat mengapresiasi hal tersebut, karena ternyata masih banyak warga yang peduli akan nasib sesamanya,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel