Sosbudpar

Dua Singa Hadir di TWSL Probolinggo


PROBOLINGGO – Kebun binatang mini alias TWSL (Tempat Wisata Studi Lingkungan) di Kota Probolinggo kedatangan penghuni baru. Dua singa yang dijanjikan dan ditunggu-tunggu,  Kamis (6/2) sekitar pukul 16.00 tiba di TWSL.

Penghuni baru itu adalah dua singa Afrika, bukan macan Jawa seperti informasi sebelumnya. Sejak kemarin sore, sepasang singa Afrika itu sudah menempati kandang barunya. Hanya, tempatnya masih masih dipisah.

Singa betina menempati kandang di sisi timur. Sedangkan sang pejantan tinggal di kandang berjeruji besi di sisi barat. Keduanya dipisah guna menyesuaikan dengan tempat yang baru. Selain itu, binatang pinjaman Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen Kabupaten Pasuruan itu  belum pernah hidup bersama.

Dua singa ini disebutkan belum dijodohkan.Menurut Kurator Satwa Taman Safari Prigen dr Ivan Chandra, keduanya akan disatukan atau dijodohkan bersamaan masa karantina berakhir yakni sekitar 15 hari atau 2 minggu.  “Dipisah dulu, karena memang keduanya belum pernah satu kandang. Dua minggu masa karantinanya. Sekaligus dikumpulkan,” tandasnya.

Disebutkan, singa jantan diberi nama Jane berusia 5 tahun. Sedangkan singa betina bernama Sera dan usianya baru 18 bulan. Keduanya merupakan hasil penangkaran di TSI Prigen dan kini dipinjamkan ke TWSL. “Kami berharap disini bisa melahirkan. Kalau anaknya sudah besar, induknya kami bawa lagi ke TSI,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak ada perlakuan khusus terhadap singa tersebut. Karenanya, tidak ada karyawan TSI yang ikut mengantar singa ke TWSL. Penangan dan perawatannya diserahkan ke keeper singa TWSL. “Kan TWSL pernah merawat singa. Keeper singa sebelumnya yang merawat dan mengawasi. Kami rasa mereka mampu, sehingga tidak perlu didampingi. Kami hanya sesekali saja datang kemari. Kalau memang diperlukan. Tetapi tetap kami pantau,” katanya.

Menurut Ivan Chandra, binatang bernama latin Panthera Leo tersebut makananya daging. Setiap harinya TWSL harus menyediakan daging 5 sampai 7 kg daging sapi, kambing atau kerbau kualitas bagus. “Memang di TSI makanannya daging yang bagus-bagus. Di sini juga harus diberi makan daging yang bagus,” pungkas Ivan sebelum meninggalkan TWSL. (gus/iwy)


Bagikan Artikel