Sosbudpar

Destinasi Wisata Padat, Hasan Aminuddin Bersyukur


PROBOLINGGO – Perayaan tahun baru pada 1 Januari lalu tidak hanya terkonsentrasi di tempat-tempat wisata yang selama ini sudah jamak disinggahi. Di Kabupaten Probolinggo, tak sedikit masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata baru yang berada di sejumlah desa di wilayah pegunungan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin mengungkapkan, ada 2 kecamatan yang arus lalu lintasnya cukup padat pada 1 Januari lalu. Yakni jalur menuju Kecamatan Tiris dan Krucil yang berada di kawasan pegunungan. “Saya terima laporan jalan ke Tiris dan Krucil sangat padat. Tempat wisata lain tidak ada yang sepi. Semuanya padat,” ungkapnya.

Politisi Partai NasDem dari daerah pemilihan Pasuruan-Probolinggo ini bersyukur karena semua destinasi wisata di wilayah Kabupaten Probolinggo dipadati masyarakat umum. Ia mengatakan, animo masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata semakin besar. Hal tersebut bagus untuk pendapatan pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

“Tidak semua tempat wisata dikelola oleh pemerintah daerah. Sekarang BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sudah banyak yang mengelola wilayah-wilayah yang punya potensi wisata. Pendapatannya tentu masuk desa. Ini harus bagus pengelolaannya,” terang Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat ini.

Selain itu, ramainya berbagai tempat wisata dinilai sangat membantu perekonomian warga yang bekerja sebagai pedagang. “Barang dagangan pedagang juga laku keras. Ini lebih bagus lagi,” ungkap suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Ia bersyukur karena selama 1 Januari, tidak ada kejadian buruk yang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Perayaan tahun baru berjalan sesuai harapan kita bersama,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hasan berharap angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Probolinggo semakin meningkat. Hal tersebut akan tercapai jika sejumlah hal dipenuhi. “Pertama, infrastruktur perlu ditingkatkan, dan yang sudah tersedia harus dijaga kondisinya baik oleh petugas terkait, masyarakat sekitar, serta wisatawan itu sendiri,” terangnya.

Selanjutnya, Hasan meminta petugas di tempat wisata memberikan pelayanan bagus dan tidak membuat wisatawan kecewa. Hasan tak ingin kejadian wisatawan mengeluh karena layanan dari petugas tidak dilaksanakan secara maksimal pada masa sebelumnya, terulang lagi pada tahun 2020.

“Tidak boleh ada lagi keluhan dari wisatawan karena petugas tidak bekerja dengan baik atau melakukan keteledoran. Jelas tidak boleh. Pegiat usaha wisata harus profesional dan menjaga nama baik wisata Kabupaten Probolinggo,” tegasnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel