Sosbudpar

Akses Menuju Madakaripura Longsor


LUMBANG – Tidak hanya SDN Sapih I yang mengalami longsor pada Selasa (18/12) lalu. Akses jalan menuju kawasan air terjun Madakaripura juga mengalami longsor. Bencana longsor itu terjadi setelah selama tiga jam kawasan tersebut diguyur hujan lebat.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, longsor itu mengakibatkan jalan menuju kawasan wisata air terjun Madakaripura rusak. Meski begitu, wisatawan masih bisa melalui jalan alternative.

Karnoyo, salah satu Polisi Hutan (Polhut) setempat,  mengatakan bahwa sebelum longsor itu terjadi, di kawasan puncak dan sekitar air terjun Madakaripura mengalami hujan lebat. “Nah karena itu pula akhirnya jalan setapak yang biasa dilalui wisatawan terputus,” jelasnya, kemarin (19/12).

Sebelum terjadi longsor, kawasan air terjun Madakaripura juga mengalami banjir besar sekitar pukul 17.30. Syukur saja di kawasan air terjun saat itu sudah tidak ada masyarakat maupun wisatawan. “Banjir besar juga datang waktu itu. Tetapi alhamdulillah sudah sepi,” kata Karnoyo yang juga seorang driver jeep wisata Bromo.

Meski terputus, lanjut Karnoyo, wisatawan yang akan menuju air terjun Madakaripura masih bisa lewat. Sebab, pihak pengelola membangun jalur sementara. “Jadi masih bisa dilalui,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Lumbang Bambang Hariwahjudi mengatakan untuk kawasan air terjun Madakaripura memang saat ini sudah diberlakukan sistem buka tutup.  Artinya, ketika kawasa puncak mengalami hujan, secara otomatis wisata tersebut tetap ditutup.

Salah satu titik longsor yang terjadi di jalan menuju air terjun Madakaripura, kemarin (18/12) sore. (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

“Kami menghimbau untuk tetap waspada, karena memang kalau musim hujan kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor, tapi masih bisa tetap dikunjungi bilamana petugas mengijinkan,” tandasnya.

Meski terjadi longsor, kawasan wisata air Madakaripura tetap masih dibuka. Pembukaan kawasan wisata itu lantaran kondisi di sekitar masih aman.

Dari pantauan Koran Pantura kemarin (19/12), kawasan ini masih dibuka. Kebanyakan yang berkunjung adalah wisatawan lokal yakni para pelajar yang sedang mengisi liburan sekolah. “Ya tetap dibuka. Selain masih aman dikunjungi, jalur yang longsor sudah diperbaiki oleh masyarakat dan pengelola,” jelas Karnoyo, seorang petugas Polhut setempat.

Masih kata Karnoyo, perbaikan sendiri dilakukan yakni dibangun dan ditata dengan batu yang ada. “Inshaallah masih aman. Jalur untuk pengunjung pun tetap bisa dilalui,” jelasnya.

Kendati begitu, ia dan masyarakat sekitar berharap ada perbaikan yang cepat dilakukan oleh dinas terkait. Sebab, kawasan ini kedepan diprediksi masih ramai. “Harapan kami, segera digarap untuk menormalkan akses yang rusak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Anung Widiarto melalui Kabid Kedaruratan Teguh Kawiandoko mengatakan karena kawasan tersebut masih masuk wisata dan Perhutani. Untuk perbaikan akses belum bisa diakomodir dengan menggunakan dana tak terduga (TT). “Jadi tidak bisa dibangun dengan dana TT. Nanti Disbudpar dan Perhutani yang bisa menjawab persoalan ini,” katanya.

Kendati begitu, untuk wisatawan yang akan berkunjung ke air terjun Madakaripura tetap diminta waspada. “Termasuk untuk petugasnya harus terus meningkatkan kewaspadaan. Bila sudah mendung, kawasan tersebut harus tutup,” kata Anung. (rul/iwy)


Bagikan Artikel