Kategori: Sosbudpar

28 Peserta Berebut Tiket Final KMB

TONGAS – Gelaran Kraksaan mencari bakat (KMB) tahun 2019 menginjak seleksi putaran akhir. Sebanyak 28 peserta yang mewakili 8 kecamatan di wilayah barat Kabupaten Probolinggo berebut tiket menuju grand final. Sedangkan grand finalnya sendiri akan digelar 30 Desember mendatang di Kota Kraksaan.

Bertempat di rest area Tongas, Minggu (1/12) pagi, 28  peserta perorangan maupun beregu yang mewakili kecamatannya masing-masing, berusaha menyajikan penampilan terbaiknya. Mereka tampil di hadapan 3 orang dewan juri profesional dari Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo (Dekapro).

“Dari dua puluh delapan peserta ini  kami pilih hanya akan memilih delapan peserta perorangan atau beregu terbaik. Masing-masing akan mewakili delapan kecamatan yang ada diwilayah kabupaten Probolinggo barat,” ungkap Tjatur Margatama, salah seorang dewan juri KMB, kemarin.

Menurutnya, dalam seleksi bakat peserta KMB di wilayah barat kali ini lebih ketat dibanding 2 tahapan seleksi serupa di kecamatan Paiton dan Gading. Pasalnya penampilan dari para peserta sangat bervariasi dan peserta benar-benar totallitas dalam penampilannya.

“Kali ini lebih ketat. Banyak yang bagus dan hal itu cukup menyulitkan kami dalam proses penilaiannya. Namun kuotanya hanya delapan, jadi kami pilih yang benar-benar terbaik,” sebutnya.

Artikel Terkait

Adapun peserta KMB wilayah barat yang berhasil lolos ke grand final bersama dengan 16 peserta terbaik dari 16 kecamatan lainnya ialah tari Remo Sanggit mewakili kecamatan Sumber; Seni pencak silat mewakili kecamatan Kuripan;  Tari Jaipong Bajidor Kadhot mewakili kecamatan Lumbang; Tari Jejer Jaran Dawuk mewakili kecamatan Sukapura.

Selanjutnya ada seni Lukis Kopi yang mewakili kecamatan Tongas; Seni teater kemerdekaan mewakili kecamatan Sumberasih; dan Tari Kiprah Lengger mewakili kecamatan Wonomerto; serta seni lukis kanvas mewakili kecamatan Bantaran.

Marensa Faradilla, penari tari Jejer Jaran Dawuk mengaku senang karena dirinya berhasil lolos ke babak grand final dengan nilai tertinggi. Meskipun demikian, siswi kelas X ini mengaku belum puas karena masih ada babak selanjutnya yang harus dilewati. “Mesti harus fokus, karena mau tampil di grand final,” katanya. (tm/adv)

Bagikan
Ditulis oleh
Koran Pantura
Topik: Probolinggo

Artikel Terbaru

Layanan Uji Kir Kembali Normal

KRAKSAAN – Mulai Selasa (2/6) layanan uji kir di balai uji kendaraan bermotor yang berada…

2 Juni 2020

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Desa

TIRIS – Sejumlah warga Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo menumpahkan kekesalannya atas…

2 Juni 2020

Haji 2020 Resmi Batal

KRAKSAAN – Kementerian Agama RI resmi membatalkan keberangkatan haji tahun 2020 atau 1441 Hijriyah. Hal…

2 Juni 2020

Listrik Gratis Hingga September

PROBOLINGGO - Kabar gembira bagi masyarakat Probolinggo perihal program listrik gratis dan diskon. Pemerintah Pusat…

1 Juni 2020

Wacana New Normal, Pemkab Probolinggo Masih Enggan Buka Objek Wisata

PROBOLINGGO - Penutupan objek wisata di Kabupaten Probolinggo masih terus berlangsung. Walaupun ada rencana pemberlakuan…

1 Juni 2020

Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Probolinggo Meningkat

KRAKSAAN – Pandemi corona (Covid-19) belum berakhir. Namun yang menggembirakan, tren kesembuhan pasien positif Covid-19…

1 Juni 2020