Sosbudpar

MUI Klarifikasi Salam Lintas Agama


KRAKSAAN – Surat edaran berisi imbauan MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait ucapan salam lintas agama, masih jadi perbincangan. MUI Kabupaten Probolinggo memberikan klarifikasi atas edaran surat tersebut. Klarifikasi itu disebarkan melalui surat edaran yang telah direvisi oleh MUI Pusat.

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin menyampaikan, surat edaran yang menyatakan umat Islam tidak perlu mengucapkan salam agama lain, sudah direvisi. Menurutnya, sebaran surat itu sempat menjadi kontroversi oleh sejumlah pihak. Bahkan tak jarang menjadi perbincangan para nitzen di dunia maya.

“Setelah edaran surat itu tersebar, kami bersama MUI Pusat melakukan koordinasi untuk melakukan revisi, agar sebaran itu tak menjadi problem di tengah masyarakat. Sehingga bisa diterima oleh masyarakat, terutama seluruh umat beragama,” ungkap Yasin, kemarin (19/11).

Ia memaparkan bahwa dalam surat revisi yang diedarkan kembali oleh MUI Pusat itu tidak ada unsur larangan atau instruktif. Bahkan Yasin menegaskan, ucapan salam non-muslim bagi umat Islam hanya sekedar himbauan, bukan fatwa MUI. Sehingga tidak perlu dijadikan kontroversi di tengah-tengah masyarakat maupun pejabat pemerintah.

Yasin memaparkan, ungkapan yang dimiliki oleh umat Hindhu yaitu “Om Swastiastu” “Om” adalah aksara suci untuk Sang Hyang Widhi. Dalam Bhagawad Gita, ungkapan “Om” berarti seruan untuk memanjatkan do’a kepada Sang Hyang Widhi. Dengan demikian uangkapan “Om Swastiastu” kurang lebih artinya “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Sang Hyang Widhi”.

“Ungkapan seperti ini apabila diucapkan oleh seorang Muslim jika dilihat secara lahiriyah dari sudut teologi Islam, bisa menimbulkan sakwasangka atau keragu-raguan,” ungkap Yasin.

Untuk menghindari adanya sakwa sangka itu, lanjutnya, MUI pusat melahirkan himbauan sebagaimana yang dipaparkan dalam surat edaran tersebut. Sehingga disarankan kepada seluruh umat Muslim untuk cukup menyampaikan ungkapan salam Assalamualaikum. “Secara makna mengandung doa yang mencakup semua. Atau bisa ditambahkan dengan Salam Sejahtera atau selamat pagi yang sifatnya netral,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel