Sosbudpar

Harga Tembakau Anjlok, Hasan Aminuddin Sidak Gudang Tembakau


PAITON – Belakangan ini banyak petani tembakau di Kabupaten Probolinggo yang kebakaran jenggot dengan anjloknya harga jual tembakau. Selain itu, beredar pula kabar adanya tembakau import. Menjawab keresahan tersebut, kemarin (15/10) anggota DPR RI dari Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin melakukan sidak ke salah satu gudang tembakau di Paiton.

Dalam sidak tersebut, Hasan Aminuddin didampingi oleh Dandim 0820 Letkol Infanteri Imam Wibowo dan Asisten Perekonomian Kabupaten Probolinggo M Sidik Wijanarko. Selain itu, ikut pula mendampingi, sejumlah pejabat OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Yang disidak Hasan Aminuddin kemarin adalah gudang milik pabrikan Gudang Garam.  Setelah sidak tersebut, Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa gudang tembakau tersebut telah berkomitmen pada seluruh petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, untuk tetap menyerap seluruh hasil panen tembakau lokal hingga tuntas. Artinya, gudang akan terus membuka pintu pada petani yang masih menanam tembakau.

Terkait harga tembakau saat ini yang mulai merosot, lanjut Hasan, itu merupakan hukum dagang. Tingginya harga tembakau itu tentunya berbanding lurus dengan kualitas tembakau.  Sedangkan tembakau saat ini sudah sampai pada petik akhir. Sehingga harganya pun menyesuaikan dengan kualitasnya.

“Saya orang tani. Dalam ilmu tani tembakau, kualitas tembakau yang baik itu berada pada petik daun tengahnya, bukan yang atas maupun bawah. Nah, harga petik daun tengah itu kemarin dibanderol dengan harga tinggi. Sementara yang lain menyesuaikan dengan kualitas,” ungkap anggota dewan dari Fraksi NasDem itu.

Tentang beredarnya kabar tembakau import, menurut Hasan sangat mustahil. Sebab, setiap daerah sudah memiliki gudang tembakau yang menyerap tembakau petani di daerahnya masing-masing. Sangat tidak mungkin jika itu dikirim ke daerah lain.

“Biaya pengiriman ke daerah lain kemungkinan bisa menguras laba yang diperolehnya. Dan tentunya, itu menjadi perhitungan tersendiri bagi para petani. Sampai saat ini pun belum terjadi,” tegas Hasan yang juga suami Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari. (yek/iwy)  


Bagikan Artikel