Sosbudpar

Bupati Kagumi Bukit P-30


PROBOLINGGO – Pembangunan sarana dan fasilitas penunjang P-30 atau Puncak Pundak Lembu di Kecamatan Sumber, kemarin (14/10) ditinjau langsung oleh Bupati Hj P. Tantriana Sari dan Wabup HA Timbul Prihanjoko. Bahkan, bagi Bupati Tantri, Puncak Pundak Lembu itu sangat mememanjakan mata. Dari P-30, wisatawan bisa menikmati kawasan Gunung Bromo dengan perspektif yang berbeda.

Pembangunan fasilitas P-30  di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber yang sedang dilakukan saat ini menjadi perhatian Pemkab Probolinggo. Bahkan, sebagai wujud komitmen untuk memajukan wisata di kawasan tersebut, Bupati Tantri bersama Wabup Timbul kemarin datang langsung untuk melihat proyek tersebut. 

Sebelum ke Puncak Pundak Lembu, rombongan tersebut lebih dulu ke balai Desa Wonokerso. Di desa ini pula pemandangan yang sangat indah sudah tersaji. Di balai desa inilah pemandangan keindahan Kabupaten Probolinggo tersaji apik, dengan berjejernya pegunungann hingga tatanan rumah penduduk Desa Wonokerso.

Di tempat ini pula Bupati Tantri sempat melakukan selfi bersama warga dan rombongan untuk mengabadikan indahnya desa para dewa atau sebutan lain Desa Wonokerso.

Keseruan berlanjut ketika rombongan mempersiapkan perjalanan menuju Puncak Pundak Lembu. Para rombongan harus menggunakan ojek yang sudah terlatih. Bahkan Bupati Tantri juga diantar oleh ojek khusus wanita.

Jalanan khas adventure tersaji sepanjang perjalanan. Kurang lebih satu jam perjalanan dengan jalan yang berliku dengan berbagai ukuran kadang membuat bulu kuduk berdiri karena jalanan yang cukup terjal. Namun, rasa capek dan deg degan ini hilang seketika ketika berada di puncak Pundak Lembu atau P 30.

 “Effort (usaha)-nya terbayar dengan pemandangan yang luar biasa indah. Saya menyebutnya tadi, menikmati kawasan Bromo dari perspektif yang berbeda” jelas Bupati Tantri saat berada di Puncak Pundak Lembu.

Ya, dari puncak Pundak Lembu ini pula, wisatawan bisa melihat Gunung Bromo dari sisi keindahan yang berbeda dari pada umumnya. “Sangat recommended tempatnya,” ujarnya.

Untuk mewujudkan komitmen untuk pembangunan wisata di Kabupaten Probolinggo, utamanya di kawasan wisata P-30, pembangunan fasilitas pun ditinjau langsung Bupati Tantri. “Tadi saya cek langsung, alhamdulillah berjalan sesuai rencana dan target.Ada beberapa masukan teknik dan non teknis yang kita simpulkan untuk ditindaklanjuti OPD terkait,” katanya.

“Intinya, semangat kami (pemda dan pemdes) konsisten untuk menggarap serius potensi yang ada di wilayah Sumber, khususnya Wonokerso dan sekitarnya sebagai alternatif dan pendukung wisata Bromo,” jelasnya.

Puncak gunung yang juga disebut dengan “negeri di atas awan” ini diproyesikan menjadi alternatif tujuan wisata utama pemburu keindahan panorama Bromo dan matahari terbitnya selain Penanjakan dan Seruni Point.

Lalu untuk membahas langkah-langkah percepatan pengembangan wisata P-30, kemarin digelar rapat koordinasi (rakor) di Balai Desa Wonokerso. Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Tantri bersama Wabup Timbul. Hadir pula anggota DPRD Joko Wahyudi dan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan M. Sidiq Wijanarko, Kepala OPD terkait, Camat serta Forkopimka Sumber.

Saat memberi pengarahan, Bupati Tantri menekankan agar Kepala Desa dan perangkatnya mendukung penuh Desa Wonokerso sebagai salah satu desa program Desa Emas, kerjasama Pemkab Probolinggo dengan Komisi Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), di mana desa bertindak sebagai pengelola atau operator. Untuk itu juga dibutuhkan dukungan dan sinergi OPD terkait agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.

Seperti Bappeda diminta untuk segera menyusun kajian potensi wisata dan mendiskusikannya dengan OPD terkait agar bisa segera disusun prioritas penganggarannya.

Tidak hanya itu, Bupati Tantri meminta agar event yang tersebar di OPD agar diinventarisir sehingga tersusun satu kalender event wisata tahunan Kabupaten Probolinggo.

Sementara, Wabup Timbul menekankan pentingnya pemahaman pada karakter dan keinginan wisatawan yang datang berkunjung. ”Jadi masyarakat juga harus siap  untuk menerima wisatawan,” jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Joko Wahyudi mengapresiasi diselenggarakannya rakor di puncak Pundak Lembu yang disebutnya sebagai sejarah karena baru pertama kali di tempat tersebut. ”Ini merupakan sejarah baru, dan rakor digelar disini. Kami berharap ada branding yang tepat untuk memberikan nama di lokasi ini, Apakah puncak P-30, B-30, Pundak Lembu atau Negeri di Atas Awan,” kata Joko. (rul/iwy)

Bupati Tantri membonceng motor trail untuk sampai di Bukit P 30. (Choirul Umam/Koran Pantura)


Bagikan Artikel