Sosbudpar

Renang Bisa, Snorkeling & Diving pun Bisa

PAITON – Objek wisata Pantai Binor Harmony (Bohay) di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo baru didirikan setahun. Namun perkembangan wisata yang dikelola oleh Pokmaswas dan BUMDes ini cukup pesat. Pada akhir tahun 2018 ini, sudah dibangun kolam apung, mirip wisata Bangsring di Kabupaten Banyuwangi.

Pantai Bohay memang belum setenar wisata snorkeling Gili Ketapang, Pantai Bentar, apalagi  Gunung Bromo. Namun, Pantai Bohay sudah cukup familiar bagi pengendara jalur pantura, karena letaknya di kawasan PLTU Paiton.

Sebelumnya, lokasi ini hanya berupa pepohonan dan lahan kosong. Sejak tahun lalu, lahan nganggur itu disulap oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) perikanan desa setempat menjadi rest area yang nyaman.

Berkembang perlahan namun pasti. Pantai Bohay kemudian menarik beberapa jaringan pemerintahan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pun ikut mengelolanya. Termasuk perusahaan swasta di PLTU turut menggelontorkan CSR nya.

“Pada 20 November 2018 kemarin, kami mendirikan kolam apung. Itu dananya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi. Peresmiannya 10 Desember lalu,” kata pengelola Pantai Bohay Johan Okta Riyanto, Senin (17/12).

Satu unit kolam apung dan 2 tempat bilas dibangun sekitar 200 meter dari bibir Pantai Bohay. Tarif masuknya dipatok Rp 10 ribu per orang dengan free baju pelampung. “Tarif cukup murah untuk wisata berenang aman di lautan,” kata Johan.

Selain bisa berenang di lautan dengan dibatasi pelampung pembatas, pengunjung juga bisa menikmati jasa wisata snorkeling maupun diving. Kedua jasa wisata ini sudah ada sejak setahun lalu.

“Kolam apung ini menjadi pelengkap kedua jasa sebelumnya itu. Tarif snorkeling Rp 50 ribu per orang. Pengunjung bisa melihat ikan-ikan hias dan lobster di karang bawah laut,” katanya.

Walaupun baru dibuka sepekan lalu, namun ternyata respon masyarakat cukup bagus, khususnya pada akhir pekan. Berdasar data, ada sekitar 450 orang yang berkunjung ke kolam apung pada Sabtu dan Minggu. “Beberapa pejabat dinas Pemda juga pernah mencoba fasilitas wisata ini. Mulai dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan. Alhamdulillah, responnya bagus,” ucapnya.

Pihaknya berharap ada dukungan dari Pemda dari segi fasilittas untuk mengantisipasi pengunjung yang semakin banyak. “Karena sejauh ini, bantuannya dari Provinsi dan daya tampungnya terbatas,” pinta Johan. (awi/iwy)

Beberapa pengunjung tengah menikmati rumah apung pantai Bohay di Desa Binor Kecamatan Paiton. (Istimewa/Koran Pantura)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan