Sosbudpar

Sungai Popok di Kraksaan – Besuk

BESUK – Pemandangan yang kurang enak di pandang mata terlihat di sebuah sungai yang berada di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk pada Minggu (29/9). Hal itu disebabkan banyaknya limbah popok bayi yang mengambang di sungai tersebut.

Syamsuddin, seorang warga setempat mengatakan, saat ini, sebagian masyarakat sekitar sudah menyebutnya ‘Sungai Popok’. Padahal sebelumnya hanya dikenal sebagai menjadi penanda batas Kecamatan Besuk dan Kraksaan. “Dari kecil setahu saya ini namanya Sungai Rayati, tapi sekarang sudah umum masyarakat di sini nyebutnya ‘Sungai Popok’,” katanya.

Jembatan yang berada di atas sungai tersebut menjadi tempat warga untuk membuang bekas popok bayi itu. Ia pun menyayangkan hal itu, karena baginya hal tersebut bisa mencemari air yang mengalir di sungai tersebut. “Bukan, popok-popok ini bukan dari hulu, kalau dari hulu tidak ada. ini memang dilempar dari jembatan. Padahal airnya kalau dari hulu itu bersih,” paparnya.

Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun hingga kini kebiasaan masyarakat tersebut belum berubah.

“Kalau masih baru kebiasaan ini (membuang popok ke sungai, red) tidak mungkin masyarkat menyebutnya dengan sebutan sungai popok. Ini hilangnya masih nanti, nunggu musim hujan dulu, baru sungainya bersih dari popok,” ungkapnya.

Dengan pencemaran air tersebut, ia mengatakan, hal itu bisa merugikan warga sekitar yang biasa menggunakan air tersebut untuk mandi dan mencuci. “Jadi ke hilir ini airnya sudah tidak sehat, kotor. Padahal masyarakat banyak yang mandi dan mencuci di sungai ini, kalau untuk kesehatan kan kurang baik,” katanya.

Ia pun berharap, pemerintah bisa melakukan pembersihan di sungai tersebut, agar kesehatan warga yang terbiasa menggunakan air tersebut bisa lebih terjamin. “Masak harus nunggu musim hujan terus kalau mau bersih. Setidaknya pemerintah memasang tulisan di sini untuk tidak membuang popok ke sungai,” harapnya. (ay/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan