Sosbudpar

Sentul Adventure Kembali Beroperasi

Salah seorang pengunjung menikmati wisata tubing di Desa Sentul, Kecamatan Gading. (Deni Ahmad Wijaya/Koran Pantura)

GADING – Bencana banjir tidak hanya terjadi Kecamatan Tiris, tetapi juga menerjang Desa Sentul di Kecamatan Gading pada pertengahan November lalu. Bahkan, banjir itu berdampak pada wisata tubing/rafting yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Fiqri Ridlo Abdillah, pengurus BUMDes Sentul Adventure mengatakan, pada pertengahan November lalu sempat terjadi banjir di sungai Sentul. “Banjir membawa pohon-pohon yang menghambat track tubing,” kata Fiqri kepada Koran Pantura, kemarin (17/12).

Akibatnya, pengurus BUMDes Sentul bersama pemerintah desa melakukan pembersihan hingga sebulan. Sekitar 15 warga bahu membahu dalam giat tersebut. “Alhamdulillah, baru kemarin selesai dan wisata Sentul sudah dibuka kembali,” ujarnya.

Ia menyebutkan, selama sebulan itu, BUMDes harus menolak kunjungan wisatawan. Dimana ada sekitar 500 calon pengunjung dari beberapa daerah yang terpaksa batal ke Sentul.

 “Mereka dari Surabaya, Lumajang, Jember, Banyuwangi dan beberapa daerah lain. Bahkan, ada 1 rombongan yang berisi 100 orang. Terpaksa kami jelaskan jika selama itu kami masih melakukan upaya pembersihan,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, BUMDes Sentul terpaksa tidak menerima pemasukan puluhan juta. Kerugian yang ditanggung diperkirakan sampai senilai Rp 37 juta. Track tubing/rafting Desa Sentul ada 3 jenis, masing-masing dengan panjang 10 kilometer, 5 kilometer dan 3 kilometer.

“Yang 10 kilometer tarif Rp 125 ribu per orang, 5 kilometer dengan tarif Rp 75 ribu per orang dan rute 3 kilometer dengan tarif Rp 50 ribu per orang. Kalau sekarang pembersihan selesai, kami sudah mulai buka normal,” tandas Fiqri. (awi/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan