Sosbudpar

Restorasi Klenteng Dimulai, Dana Rp 3 M, Diperkirakan Selesai Setahun


PROBOLINGGO – Setelah terbakar hebat 4 bulan lalu, Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumbernaga di Kota Probolinggo akhirnya mulai direstorasi. Proses restorasi dimulai secara simbolis Selasa (17/19). Pemulihan tempat ibadat bersejarah itu diprediksi butuh waktu 1 tahun dengan perkiraan dana Rp 3 miliar.

Pemulihan klenteng yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan itu bukan karena terkendala biaya. Yang paling memengaruhi ialah   penentuan hari baik atau hongsui. Selain itu pihak pengurus klenteng harus mencari pula kontraktor yang paham klenteng.

Apalagi, saat ini klenteng yang didirikan 1865 itu akan ditetapkan sebagai cagar budaya. “Masih dalam proses menuju ke sana. Makanya, bentuknya dimiripkan aslinya,” ujar Erfan Sutjianto selaku ketua II pengurus TITD Sumbernaga.

Yang berubah, lanjut Erfan, hanya tinggi pondasi bangunan. Mengingat, saat ini pondasi klenteng lebih rendah dari jalan aspal yang mengelilinginya. Sehingga jika hujan lebat, air masuk ke dalam klenteng. Sementara bangunan fisik yang lain beserta ornamen dan luasnya tidak boleh diubah.

“Ditinggikan 1 meter. Yang lain tetap sama. Karena histori dan makna yang ada di dalamnya. Pendahulu kita tidak semberangan mendirikan klenteng ini. Ada perhitungannya,” jelasnya.

Bahkan untuk patung dewa, sebagian ada yang dipesan di negeri China. Hanya saja belum diketahui kapan akan dikirim. Salah satu jamaah Klenteng bepergian ke China dan membawa foto sang dewa. “Belum tahu, apakah sudah dipesan atau belum. Soalnya orang yang ke China belum menghubungi kami,” tandas Erfan.

Terkait pendanaan, menurutnya, sudah terkumpul meski belum sampai Rp 3 miliar sesuai kebutuhan. Dana tersebut sumbangan dari para jamaah dan donatur serta dari Perhimpunan Klenteng Seluruh Indonesia.  

Ditanya kayu jati penyangga atap bangunan yang hangus, Erfan menjawab diganti cor yang akan dilapisi kayu jati di luarnya. “Cari kayu jati sebesar itu, sekarang kan sulit. Kita ganti cor dilapisi kayu. Jadi, dari luar tampak kayu,” ujarnya.

Klenteng Sumbernaga terbakar hebat pada Jumat 17 Mei lalu. Dan baru kemarin proses restorasi atau pemulihannya dimulai secara simbolis dengan dihadiri Wawali Soufis Subri. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Balai Pengembangan dan Pemanfaatan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Berikutnya hadir Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan direktur PT Karya Nusajaya Abadi yaitu Matius Kosasih selaku kontraktor yang akan memulihkan klenteng.

Sementara, Pemkot Probolinggo belum memberi bantuan untuk pemulihan klenteng Menurutnya, pengurus TITD Sumbernaga belum mengajukan proposal. “Pasti kami bantu. Tetapi prosedurnya harus dilalui. Kita kan diikat aturan,” ujarnya.

Wawali berpesan agar rehabilitasi klenteng benar-benar dipantau, diawasi, dan harus berhati-hati. Sebab, kata Wawali, pemulihan klenteng tidak hanya urusan membangun, tetapi mengembalikan atau menyamakan dengan bentuk aslinya. “Ini bukan hanya sekedar membangun. Tetapi restorasi. Butuh waktu dan masukan dari mereka yang mengetahui histori klenteng ini,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel