Sosbudpar

Ada 333 Janda Baru di Bulan Agustus


KRAKSAAN – Angka perceraian di Pengadilan Agama Kota Kraksaan terus meningkat. Setelah Juli mencatatkan rekor perkara perceraian terbanyak dari 6 bulan sebelumnya dengan 288 perkara yang 186 diantaranya merupakan cerai gugat, kini angka perceraian kembali mencatatkan rekor baru di bulan Agustus.

Masyhudi, Panitera Muda Hukum di pengadilan setempat mengatakan, pihaknya pada bulan Agustus telah memutus 333 kasus perceraian. “Sepanjang tahun ini bulan Agustus yang paling banyak. CT (Cerai Talak, red) ada 115 dan CG (Cerai Gugat, red) ada 218, jadi untuk Agustus ini memang kasus perceraian saja sudah lebih dari angka 300, dan ini yang pertama di tahun ini,” katanya, Rabu (4/9).

Namun ia menyampaikan, kasus cerai talak sampai saat ini masih tetap berada di bawah cerai gugat. Hal ini diyakininya karena faktor ekonomi yang ada, sehingga seorang istri kemudian mengajukan cerai gugat ke pengadilan setempat. “Faktor ekonomi masih dominan dalam kasus perceraian ini, makanya meskipun angka perceraian selalu tinggi, mayoritas kasusnya masih lebih banyak cerai gugat,” katanya.

Dalam penyampaiannya kepada Koran Pantura, selain faktor ekonomi yang menjadi sebab paling marak dalam kasus perceraian, ia juga menyampaikan bahwa tidak sedikit kasus perceraian yang muncul karena faktor pernikahan dini.

“Ada faktor lain seperti kasus sering terjadi percekcokan antara suami dan istrinya, ada juga yang karena usianya yang belum matang, jadi baru satu tahun menikah sudah mau cerai. Tapi tetap tidak sebanyak kasus perceraiannya yang muncul karena faktor ekonomi,” bebernya.

Pihaknya turut menyayangkan maraknya perceraian yang terjadi, namun ia juga mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menolak setiap kali ada perkara yang masuk. “Kami tentunya menyayangkan hal ini, makanya sebisa mungkin di sini kami terus berupaya untuk mendamaikan yang bersangkutan dengan cara memediasinya,” katanya. (ay/awi)


Bagikan Artikel