Sosbudpar

Kemarau, Madakaripura Ramai


LUMBANG – Sebagai salah satu objek wisata alam yang dikelola oleh pemerintah daerah, air terjun Madakaripura selama musim kemarau ini justru ramai oleh para pengunjung, baik wisatawan domestik ataupun mancanegara.

Hal tersebut tampak dari pantauan Koran Pantura pada Senin (2/9) kemarin. Meski debit air terjun menurun karena musim kemarau berkepanjangan, namun hal tersebut tak menyurutkan minat para wisatawan untuk datang dan berkunjung ke objek wisata alam tersebut.

“Dalam hari biasa masih bisa di atas 100 orang pengunjung. Kalau di akhir pekan bisa naik 2 kali lipat, bahkan lebih,” ungkap Kasi Destinasi wisata pada Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Musa, Senin (2/9) kemarin.

Dijelaskan Musa, ramainya objek wisata air terjun Madakaripura karena posisinya merupakan objek wisata penyokong utama dari wisata Gunung Bromo. Oleh karena itu, biasanya pihak travel menjadikan satu paket wisata Bromo dengan Madakaripura.

“Skema ini terbukti berhasil, karena tidak menimbulkan ketimpangan jumlah pengunjung antara Bromo dan Madakaripura yang berada di jalur yang sama,” jelasnya.

Selain itu, nilai lebih yang ditawarkan oleh Madakripura, kata Musa adalah soal keindahan alamnya yang masih sangat alami. Hal inilah yang menjadi incaran para wisatawan mancanegara, utamanya dari Thailand yang berdasar datanya adalah yang paling banyak berkunjung ke Madakaripura.

“Biasanya para wisatawan itu datang ke Madakaripura untuk mandi dan berfoto di bawah air terjun. Karena musim kemarau jadi tetap aman. Kecuali musim penghujan, maka kami akan larang itu. Larangan itu akan berdampak negatif dengan berkurangnya pengunjung,” katanya.

Untuk memastikan objek wisata Madakaripura tetap ramai, Disporaparbud selalu melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen yang ada di objek wisata itu untuk tetap menjaga kelestarian alam dan juga tetap ramah kepada pengunjung.

“Utamanya kepada tukang ojek kami selalu mengingatkan agar tak memaksa pengunjung. Biarkan mereka memilih jasa mereka. Jangan sampai memaksa. Karena dampaknya akan sangat buruk apabila sampai muncul citra negatif di Madakaripura,” tegas Musa. (tm/awi)


Bagikan Artikel